Teropongdaily, Medan-Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) kembali melakukan pengamatan hilal sebagai bagian dari penentuan awal bulan dalam kalender Hijriah, Selasa (27/05/2025).
Kepala OIF UMSU, Dr. Arwin Juli Rakhmadi, M.A., menyampaikan bahwa proses penentuan awal bulan Zulhijah di Kota Medan dilakukan melalui metode pengamatan (rukyat) setelah terjadinya ijtima atau konjungsi bulan.
“Pemantauan dilakukan pada sore hari setelah matahari terbenam, yaitu pada tanggal 29 Zulkaidah. Saat itu, kita akan melakukan rukyat dengan menggunakan teropong dan teleskop yang dimiliki OIF UMSU. Pengamatan juga bisa dilakukan secara kasat mata oleh masyarakat umum,” ucapnya.
Arwin juga menambahkan bahwa Muhammadiyah tidak lagi menggunakan metode rukyat untuk menentukan awal bulan, melainkan menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi).
“Posisi hilal sudah berada di atas ufuk pada sore ini. Maka, bagi Muhammadiyah, tanggal 1 Zulhijah jatuh pada 28 Mei,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa OIF UMSU secara rutin bekerja sama dengan pemerintah, khususnya Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dalam pengamatan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.
“Kami dari OIF UMSU melaporkan hasil pengamatan ke Kanwil Kemenag Sumut, dan dari sana diteruskan ke Kementerian Agama Pusat di Jakarta,” ujarnya.
Terakhir, ia menyampaikan harapannya agar umat Islam saling menghormati perbedaan metode dalam penetapan awal bulan.
“Apapun metode dan hasilnya, perbedaan adalah hal yang biasa. Kita hendaknya saling menghargai dan tidak menyalahkan satu sama lain. Yang terpenting adalah mengikuti keyakinan dengan konsisten dan menyambut hari-hari besar Islam, seperti Arafah dan Iduladha, dengan penuh khidmat,” pungkasnya.
Tr: Annisa Putri Zalmi & Winda Metri






















