Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di ajang Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) Internasional menunjukkan pentingnya konsistensi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Mahasiswa semester VIII Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU, Mursyid Affandi Rangkuti, berhasil meraih juara 3 pada ajang MHQ Internasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Riau.
Ia mengungkapkan, persiapan utama yang dilakukannya sebelum mengikuti kompetisi tersebut adalah memperbanyak latihan dan murojaah atau mengulang hafalan secara intensif.
“Persiapannya pastinya latihan dan murojaah sebanyak-banyaknya,” ujarnya, Selasa (17/03/2026).
Namun, ia mengakui terdapat tantangan besar selama proses persiapan, terutama dalam melawan rasa malas untuk mengulang hafalan.
“Tantangannya mungkin melawan rasa malas untuk mengulang hafalan, apalagi di bulan Ramadan kegiatannya cukup banyak. Namun, dengan tekad dan semangat yang kuat, rasa malas itu harus dilawan dengan mengurangi hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti penggunaan gadget,” jelasnya.
Menurutnya, kunci utama untuk menjaga konsistensi hafalan adalah kembali pada niat awal dalam menghafal Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya meluruskan niatuntuk mengharap rida Allah.
“Kunci konsisten itu kembali ke niat awal kita menghafal untuk apa. Tentunya kita mengharap rida Allah dan yakin bahwa Al-Qur’an akan menjadi penolong kita di akhirat nanti,” ungkapnya.
Ia mengaku sangat bersyukur dan bahagia, atas capaian juara 3 yang diraih dalam ajang internasional tersebut. Ia berkomitmen untuk terus meningkatkan prestasi yang telah diraih, baik dalam bidang Al-Qur’an maupun pendidikan.
“Alhamdulillah, tentunya saya merasa bersyukur dan senang. Insyaallah, saya akan terus berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi dari yang telah dicapai saat ini,” tuturnya.
Tr: Dwy





















