Teropongdaily, Medan-Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mengomentari wacana sekolah khusus bagi korban kekerasan seksual, yang menurutnya tidak boleh eksklusif, agar tidak menurunkan rasa percaya diri mereka, Selasa (03/12/2024).
Dilansir dari antaranews, Komnas Perempuan, Satywanti Mashudi mengatakan jangan sampai sekolah khusus korban seksual menjadi eksklusif, karena tujuannya eksklusif.
“Mungkin cuma catatannya, jangan sampai nanti sekolah khusus ini menjadi sesuatu yang eksklusif gitu saja, karena tujuannya kan inklusi ya, sehingga kemudian nanti kalau jadinya eksklusif malah itu akan lebih memberatkan buat korban,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan justru yang lebih penting adalah memberikan edukasi kepada masyarakat, agar tidak terus memberikan stigma negatif kepada korban kekerasan seksual.
“Justru yang lebih penting dalam hal ini adalah terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan juga lingkungan agar tidak terus menerus memberikan stigma negatif kepada korban kekerasan seksual,” sampainya.
Satywanti mengungkapkan jika sekolah khusus korban seksual menjadi eksklusif justru akan lebih memberatkan korban.
“Kalau jadinya eksklusif malah itu akan lebih memberatkan buat korban, karena dia menjadi terekslusi dari lingkungan dan sebagainya. Sementara yang menjadi fokus itu sebenarnya bagaimana kemudian edukasi publik, untuk tidak terus-menerus bersikap menyalahkan korban,” pungkasnya.
Tr: Lailan
Editor: Salsabila Balqis
Sumber Foto: antaranews





















