Teropongdaily, Medan-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memperkenalkan mode baru kaderisasi dalam Simposium Nasional yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jumat (11/07/2025).
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Riyan Betra Delza, menyampaikan bahwa kewajiban dalam proses perkaderan adalah tidak meninggalkan generasi yang lemah.
“Kewajiban perkaderan ini adalah tidak meninggalkan generasi yang lemah, khususnya dalam aspek kesejahteraan dan kemajuan Muhammadiyah,” ucapnya.
Lebih lanjut, Riyan menyebut bahwa simposium ini penting untuk memperkuat eksistensi IMM di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah.
“Simposium perkaderan ini dinilai penting karena IMM dapat menunjukkan eksistensinya di tengah dinamika situasi masyarakat saat ini,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa latar belakang seseorang bergabung dengan IMM tidak hanya ditentukan oleh kepintaran, melainkan juga oleh nilai inspiratif yang dibawanya.
“Masuk IMM tidak semata-mata harus mengandalkan kepintaran. Karena itu, konsep pengkaderan harus terus di-upgrade agar bisa menginspirasi siapa pun, baik kader IMM maupun masyarakat umum,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Riyan berharap para kader dapat lebih peduli terhadap gerakan IMM, khususnya dalam mendorong kemajuan di berbagai daerah.
“Saya berharap dari sini kita bisa lebih peduli terhadap dunia pergerakan kita, seperti di Kota Medan yang terus mendorong kemajuan. Sebab, kesuksesan di masa depan adalah sebuah keniscayaan,” pungkasnya.
Tr: Zahra Putri Zulkarnain






















