Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan gerakan nasional Diktisaintek Berdampak di Graha Diktisaintek, Jumat (2/5/2025).
Acara yang disiarkan secara daring ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pimpinan perguruan tinggi, anggota DPR dan DPD RI, serta mitra industri dan media.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Prof. Ir. Togar Mangihut Simatupang, M.Tech., Ph.D., IPU., dalam laporannya menyebutkan bahwa kolaborasi ini memperkuat ekosistem pendidikan tinggi berbasis inovasi dan riset.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menegaskan bahwa Diktisaintek Berdampak bukan sekadar slogan, tetapi gerakan untuk mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengajar dan meneliti. Ia harus menjadi pusat transformasi, membentuk mahasiswa sebagai penggerak perubahan, serta menjawab tantangan bangsa melalui inovasi dan riset yang terhubung langsung dengan dunia industri dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, Prof. Brian merespons pertanyaan mahasiswa tentang kesenjangan akses pendidikan dan masa depan peran mereka dalam pembangunan nasional.
“Tekad, kolaborasi, dan mimpi besar adalah kunci untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah,” jawabnya optimis.
Rektor Universitas Andalas turut menampilkan hasil inovasi kampus seperti tinta Gambir Merah Putihuntuk Pemilu 2024 dan alat rapid test tuberkulosis berbasis riset lokal.
Selain itu, gerakan ini juga memperkenalkan program unggulan seperti Beasiswa Garuda, Sekolah Garuda, hingga pertukaran dosen dan mahasiswa antar wilayah.
Tr: Divia Amanda & Jihan Ayulia




















