Teropongdaily, Medan-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan sejak beberapa hari terakhir membuat warga resah. Antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter, Sabtu (29/11/2025).
Antrean panjang terlihat di berbagai SPBU yang masih beroperasi. Sebagian pengendara bahkan terpaksa berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mencari BBM. Banyak warga mengaku kecewa dan berharap pasokan segera kembali normal.
Kelangkaan ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor transportasi dan distribusi barang. Beberapa pengemudi ojek daring serta sopir angkutan umum mengeluhkan penurunan pendapatan akibat sulitnya memperoleh bahan bakar.
Pengamat lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU), HMMC J Wirtjes XVI (Yance), mengatakan bahwa penyebab kelangkaan BBM di Kota Medan sebagian besar disebabkan gangguan pada jalur pasokan melalui Pelabuhan Belawan.
“Dampak berikutnya yang mendera seluruh penduduk Medan adalah kelangkaan BBM, karena sebagian besar dipasok lewat Pelabuhan Belawan,” ujarnya.
Ia mengimbau warga agar bersiap menghadapi antrean panjang di SPBU dalam beberapa hari ke depan.
“Sekarang masyarakat harus siap-siap antre di SPBU, karena stok BBM mulai menipis. Biasanya, yang tidak kebagian di SPBU akan mencari ke penjual eceran. Tapi di sana juga sudah langka, dan kalau pun ada, harganya naik cukup tinggi, bisa sampai lima puluh persen,” ungkapnya.
Salah satu warga Marelan, Siti Khodijah, yang ikut mengantre di SPBU, turut mengungkapkan keresahannya menghadapi antrean panjang tersebut.
“Setiap mau isi bensin sekarang mesti antre panjang. Kadang sudah nunggu lama, malah habis. Jadi terpaksa beli di eceran, tapi harganya sedikit naik,” keluh Siti.
Tr: Ayu Rahma & Anggi Nayla
Sumber Foto: antara news






















