Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara melakukan pengamatan hilal awal Syawal 1447 Hijriah di Medan, Kamis (19/03/2026).
Kepala BMKG Wilayah I Sumatera Utara, Dr. Hendro Nugroho, ST, M.Si., mengatakan pengamatan dilakukan berdasarkan metode hisab dengan data yang telah dihitung sebelumnya.
“Berdasarkan hasil perhitungan, tinggi hilal di Medan berada pada 2,87 derajat dengan elongasi 5,98 derajat. Sementara itu, umur bulan tercatat sekitar 10,21 jam dengan waktu jeda (lag) sekitar 14 menit 29 detik dan fraksi iluminasi sebesar 0,21 persen”, ujarnya.
Berdasarkan kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Singapura, dan Malaysia (MABIMS), hilal dapat diamati apabila memenuhi kriteria minimal tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Ia juga menjelaskan bahwa waktu pengamatan hilal sangat terbatas setelah matahari terbenam.
“Data dari BMKG menunjukkan matahari terbenam sekitar pukul 18.36 WIB dan bulan terbenam pukul 18.50 WIB, sehingga waktu pengamatan hanya sekitar 14 hingga 15 menit,” jelasnya.
Meski demikian, Hendro menyebutkan hasil akhir penentuan awal bulan Hijriah tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama.
“Kita tunggu sidang isbat nanti malam apakah Idulfitri ditetapkan besok atau lusa. Harapannya di wilayah seperti Aceh hilal dapat terlihat, meskipun masih mendekati kriteria,” pungkasnya.
Tr: Athira





















