Jadi, saya mau cerita sedikit tentang HaiKu. Haiku adalah sajak-sajak pendek yang lahir dari tradisi perpuisian Jepang Klasik. Haiku merupakan bentuk persajakan Jepang yg sangat ringkas, terdiri dari 17 suku kata dan kemudian tumbuh menjadi bentuk penuturan puitik yang digemari.
Kehematan dalam ungkapan dan pembatasan ketat pada satu kesan atau perasaan saja merupakan asas utama haiku. Haiku lahir pada abad ke-17 M. Ia lahir dari sebuah wawasan estetika Zen Buddhis yang tujuannya menemukan bentuk bentuk estetika patetik dalam puisi.
Wawasan estetika ini berkaitan dengan cita citanya yaitu jalan kerohanian atau suluk. Basho, selaku penyair yang berhasil membawa haiku ke puncak perkembangannya, memilik teori tersendiri yaitu seorang penyair harus nerada dalam persatuan atau keadaan hati bersatu dengan alam sekitar dan obyek puisi. Caranya ialah dengan memusatkan daya tafsir dalam batin dan melenyapkan rasa keakuan.
Contoh dari sajak Basho sendiri adalah:
Sabishisa yan
Iwa ni shamikmu
Semi ni koe
Kesunyian
Merasuki bebatuan purba
Tedengar jerit riang
Yang hendak diungkapkan penyair disini adalah suasana sunyi ditempat yang penuh peninggalan bangunan kuno seperti kuil. Serakan-serakan batu bertumpuk membayangkan merasuknya kesunyian yang tertimbun selama berabad-abad. Tetapi dari relung hati terdalam penyair seakan mendengar jeritan riang dari alam keabadian.
Nah sobat pong-pong, jadi masih banyak nih sebenarnya jenis puisi yang bisa kita pelajari dari negara lain. Semoga bermanfaat ya sobat pong-pong.
Reporter : Widya Mega Lestari



















