Keberhasilan Himagri Faperta Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menembus Abdidaya 2026 lahir dari perjuangan panjang dan ketekunan pengabdian di Desa Mekar Sawit, Selasa (06/10/2026).
Proses panjang dari observasi hingga pendanaan tersebut berbuah manis setelah mahasiswa melewati dinamika lapangan yang menguras tenaga dan pikiran selama empat bulan penuh.
“Banyak pengalaman yg di dapat ketika berada di desa selama 4 bulan, tenaga terkuras,pikiran terkuras sampai jam tidur pun tidak teratur dan Alhamdulillah nya semua itu terbayar dengan lolos abdidaya dan semoga bisa membawa medali,” ujarnya.
Dalam menjaga keberlanjutan program di tengah masyarakat, pembagian tugas yang terstruktur serta evaluasi malam hari menjadi kunci utama kekompakan tim di lapangan.
“Pembagian tugas itu sudah sesuai dengan tupoksi dan keahlian masing masing, jadi tiap malam kami selalu breafing untuk apa yg akan di kerjakan esok hari, dan pembagian tugas masing masing sehingga semua bekerja sesuai dengan target yg ingin di capai,” jelasnya.
Meski target capaian program telah terpenuhi, tim sempat menghadapi kendala birokrasi yang kemudian disiasati dengan menggandeng dinas terkait di Kabupaten Langkat.
“Tantangan terberat kami kemaren yaitu sedikit sulit untuk menjangkau audiensi dengan bupati kabupaten langkat, sehingga kami mencari solusi untuk keberlanjutan program,” ungkapnya.
Menjelang akhir rangkaian kegiatan, fokus utama mereka kini beralih pada upaya jangka panjang agar manfaat program tetap dirasakan oleh warga desa sekaligus ambisi membawa pulang medali.
“Target kami yaitu tentu nya membawa medali nanti kembali ke umsu, dan pastinya kami akan terus mengevaluasi sekaligus memantau program agar terus berjalan dan terus bermanfaat bagi masyarakat desa mekar sawit walaupun kami sudah tidak di desa nantinya,” pungkas Tomy
TR : Anggi nayla & Hafiz

















