Teropongdaily, Medan-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara pada Desember 2025. Peringatan tersebut disampaikan melalui surat bernomor ME.05.02/015/JTDI/XI/2025 tanggal 29 November 2025 kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara sebagai bahan pertimbangan kebijakan mitigasi.
BMKG menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada Desember 2025 dipengaruhi aktivitas cuaca dari Laut Cina Selatan, Teluk Benggala, dan Samudera Hindia bagian barat Sumatera. Kombinasi ini diperkirakan meningkatkan intensitas hujan di berbagai wilayah sehingga berpotensi memicu banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.
BMKG memetakan potensi banjir kategori rendah hingga menengah di Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Karo, serta sebagian wilayah Kota Medan. Meskipun tidak ada daerah yang masuk kategori risiko tinggi, BMKG menekankan perlunya kewaspadaan karena curah hujan diproyeksikan meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, risiko tanah longsor diperkirakan lebih meluas, terutama pada kawasan dataran tinggi dan perbukitan Bukit Barisan. Wilayah yang termasuk dalam kategori potensi menengah hingga tinggi meliputi Kabupaten Karo, Dairi, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi membuat struktur tanah labil, khususnya pada permukiman yang berada di lereng curam.
Pada sektor kelautan, BMKG memprediksi gelombang hingga empat meter di perairan Samudera Hindia Barat Aceh dan Nias, serta gelombang dua sampai tiga meter di perairan Sibolga dan Nias–Sibolga. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan menjadi risiko bagi kapal berukuran kecil. Selain itu, angin kencang dengan kecepatan 20–25 knot diperkirakan terjadi di pesisir timur dan barat Sumatera Utara.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi pasang maksimum di Belawan, Gunungsitoli, Sibolga, dan perairan Pulau Susu pada awal Desember 2025. Pasang tinggi tersebut dapat memperlambat aliran air sungai ke laut dan memperburuk risiko banjir apabila terjadi bersamaan dengan hujan deras.
Melalui peringatan ini, BMKG meminta BPBD Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan langkah kesiapsiagaan, termasuk pemantauan wilayah rawan, penyebaran informasi kepada masyarakat, dan penguatan kesiapan tim evakuasi. BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus mengikuti informasi cuaca resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Tr: Muhammad Firzatullah
Sumber foto: news.detik.com






















