- Teropongdaily, Medan-Buku self-improvement karya Dr. Richard Carlson, yang menerbitkan buku “Don’t Sweat The Small Stuff And It’s All Small Stuff” atau yang diterjemahkan menjadi “Jangan Membuat Masalah Kecil Jadi Masalah Besar”. Buku ini menjelaskan tentang cara mudah mencegah masalah kecil yang mengganggu hidup kita.
Dalam buku ini juga kita dapat belajar cara untuk tidak terlalu membesarkan masalah kecil. Dengan tulisan yang sangat mudah dipahami, buku karya Richard ini menyajikan cara membentuk perspektif yang lebih positif sehingga kita dapat belajar untuk berdamai dengan diri sendiri dan lebih peduli.
Berikut 5 hal yang dapat diterapkan dari buku Dr. Richard Carlson diantaranya sebagai berikut :
1. Jangan Memusingkan Hal-Hal Kecil
Begitu banyak orang menghabiskan energi untuk “memusingkan hal-hal kecil” sehingga mereka sama sekali kehilangan sentuhan akan keajaiban dan keindahan hidup ini, begitulah salah satu kutipan kalimat dari point diatas yang ditulis oleh sang penulis. Karena pada dasarnya manusia sering sekali memusingkan hal-hal yang sebenarnya bukan suatu masalah berat. Kita terlalu terpaku pada masalah kecil dan terlalu membesar-besarkannya.
Jika kita dapat berpikir lebih jauh, kita akan menemukan bahwa energi yang kita habiskan untuk memusingkan hal yang tidak penting akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk menjadi orang yang baik hati dan lemah lembut.
2. Berdamailah dengan Ketidaksempurnaan
Banyak orang pastinya selalu mempermasalahkan tentang ketidaksempurnaan baik fisik, finansial, tingkah laku maupun gaya hidup. Sikap ketidaksempurnaan ini akan menjauh kita dari tujuan kita untuk menjadi orang yang baik dan lemah lembut. Cara yang paling tepat untuk berdamai dengan diri dari hal tersebut ialah melepaskan pikiran untuk menjadi terlalu sempurna sebelum terlalu terperangkap dalam tingkah laku yang memaksakan sesuatu yang menurut kita lebih baik daripada sesuatu yang sudah ada. Saat kita berhasil menghilangkan sebuah keinginan untuk menjadi sempurna, kita akan menemukan keindahan tersendiri dalam hidup.
3. Jangan Lupa, “Hidup Bukanlah Keadaan Gawat Darurat”
“Hidup bukanlah keadaan gawat darurat” begitulah kenyataan yang harus kita terapkan dalam kehidupan. Dalam keadaan apapun, berbagai masalah yang menghampiri tidak ada orang lain selain diri kita sendiri. Kita harus bisa menyikapi dengan baik ketika suatu masalah terjadi. Pastinya kita sering mengubah masalah kecil menjadi sebuah masalah besar yang harus segera diselesaikan. Kita terlalu serius memikirkan sasaran kita sehingga lupa untuk menikmati hidup menuju tujuan itu, dan lupa mengendurkan langkah.
Ada dua pilihan dalam mengatasi masalah yaitu, kita mengambil pilihan sederhana dan mengubahnya menjadi syarat agar kita bahagia atau kita menyalahkan diri sendiri bila tidak mampu mencapai sesuatu yang kita rencanakan. Sebuah masalah yang menghampiri akan terus berlangsung walaupun akan ada hal-hal yang berjalan diluar rencana. Maka kitalah yang memegang kendali seperti apa kita menyikapi keadaan atau permasalahan tersebut, karena tidak ada orang lain selain diri sendiri yang menciptakan tekanan yang dialami.
4. Berlatih Mengabaikan Pikiran Negatif
Sesunguhnya kita hanya memiliki dua pilihan ketika harus berhadapan dengan pikiran-pikiran negatif. Kita dapat menganalisis pikiran kita atau kita juga dapat mengabaikannya dan tidak menganggap terlalu serius. Tidak menganggap serius terhadap pikiran negatif merupakan cara yang efektif untuk belajar menjadi orang yang lebih tenang. Tetapi, banyak yang sulit untuk mengendalikan pikirannya sendiri apalagi disaat banyaknya masalah yang harus dihadapi.
Dalam point ini Richard mengatakan “Pikiran itu tak dapat menyakiti kita tanpa persetujuan kita”. Kitalah yang bisa mengendalikan pikiran kita sendiri. Dengan pikiran yang lebih tenang, kita dapat mengambil keputusan yang matang apalagi dalam menyelesaikan sebuah masalah. Strategi ini memerlukan latihan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan.
5. Jangan Lagi Menyalahkan Orang Lain
Pikiran untuk menyalahkan orang lain sudah tak asing lagi terjadi. Dengan menyalahkan orang lain berarti kita tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Kaitannya dengan kebahagiaan pribadi, kita tidak dapat menjadi tenang bila kita juga menyalahkan orang lain.
“Keadaan tidak membentuk seseorang, keadaan mengungkapkannya” kalimat tersebut bermakna bahwa sebuah keadaanlah yang bisa mengungkapkan sikap seseorang apakah dia bertanggung jawab atau malah menyalahkan orang lain.
Itulah beberapa point penting dalam buku Richard Carlson yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan kita sehari-hari, agar tidak memusingkan hal-hal kecil yang ada pada diri maupun hidup.
Tr : S. F. Namira
Sumber foto : Gramedia






















