Teropongonline, Medan – Berpenampilan menarik saat ini kerap kita dengar dalam hal apapun. Seakan menjadi yang utama, kerap dalam kehidupan sosial kata “Good Looking” menjadi pembeda dan penentu kelas sosial.
Lantas mahasiswa sebagai pelopor pemikir kritis tak diam dalam menanggapi pandangannya terhadap hak istimewa dari good looking saat ini.
Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) program studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yaitu Berlian Risty mengatakan bahwa good looking itu penting.
“Menurut aku, dikehidupan sosial sekarang good looking itu penting, karena secara umum kita melihat orang itu dari tampilannya dulu, meyakinkan atau tidak. Kita melihat orang secara sekilas pasti bakal lebih tertarik dengan orang yang good looking atau berpenampilan menarik,” ujarnya.
Lanjutnya, ia menjelaskan bahwa good looking itu bukan cantik atau ganteng. “Kalau menurut aku, good looking itu artinya enak dilihat bukan cantik atau ganteng. Ada kok orang yang cantik atau ganteng tidak enak dilihat, ada juga orang yang biasa-biasa aja tapi dia pandai dalam memadupadankan tampilan atau fashionnya jadi enak dilihat,” jelas Berlian.
Adapun, M. Rinaldi Pratama mahasiswa dari program studi Manajemen UMSU, mengatakan hal yang terbalik dari mahasiswa sebelumnya. Menurutnya good looking tidak terlalu penting.
“Tidak terlalu penting karena dikehidupan kita atau kehidupan sosial kita membutuhkan orang orang yang bersikap positif, baik, jujur, dan lain-lain. Kalau hanya mengandalakan penampilan yang bagus (good looking) tetapi memiliki sifat yang toxic (tidak baik) itu sangat berbahaya bagi kehidupan kita dan sosial,” ujarnya.
Adapun, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Bimbingan Konseling yaitu Alvionita Nurmala Sari, mengatakan bahwa ia lebih memilih good attitude daripada good looking.
“Disini aku memilih good attitude karena semua orang juga berfikir seperti itu, kita semakin sulit untuk mencari orang-orang yang memiliki sopan santun, menghargai satu sama lain goodlooking tidak akan pernah menjadi jaminan bahwa mereka orang-orang yang memiliki attitude“
Selain itu, Atika Dwi Ananda mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) program studi Manajemen Perpajakan, mengatakan ia lebih memilih good attitude daripada good looking.
“Ya lebih dominan ke good attitude ya, Karena good looking itu bisa kita rubah dalam jangka waktu relatif cepat, sedangkan good attitude itu sudah ada karna faktor kebiasaan kita dari kecil,” ungkapnya.
Sambungnya, ia juga memberikan contoh tentang bagaimana good attitude secara pandangannya.
“Contohnya, kita selalu di ajari ngaji dari kecil, di ajari sopan dengan yang lebih tua, diajari untuk menjaga tutur kata, menjaga akhlak, dan kebiasaan kita dari kecil itu akan selalu terbawa sampe kita dewasa. Jadi semua kembali kepada diri kita masing masing ya, dan setiap orang punya pemikiran yang berbeda beda,” jelasnya.
Tr : @muthi_10 @annisaaliviia






















