Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyediakan 350 beasiswa melalui UMSU Scholarship dan Muhammadiyah Scholarship setelah kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah hanya menjangkau 88 mahasiswa, sementara pendaftarnya hampir 2.000 orang.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMSU, Assoc. Prof. Dr. Faisal, S.H., M.Hum., dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana UMSU.
“Pendaftar KIP Kuliah hampir dua ribu, tetapi kuota dari pemerintah hanya 88 orang,” ujar Faisal, Sabtu (10/10/2026).
Keterbatasan kuota tersebut mendorong UMSU mengambil langkah untuk membuka kesempatan pendidikan bagi calon mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya. Faisal menjelaskan, keputusan penyediaan beasiswa mandiri itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Maka diputuskanlah UMSU melalui UMSU Scholarship dan Muhammadiyah Scholarship memberikan beasiswa 350 orang untuk S1,” katanya.
Selain memberikan bantuan pendidikan, Faisal turut menegaskan bahwa UMSU membuka kesempatan kuliah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Menurutnya, anggapan bahwa perguruan tinggi di bawah organisasi Muhammadiyah hanya menerima mahasiswa Muslim tidak sesuai dengan praktik yang berlangsung di kampus.
“Di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara saja, yang non-Muslim itu ada 1.031 orang mahasiswanya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa non-Muslim memiliki kesempatan untuk memperoleh beasiswa. Pada tahun ini, menurut Faisal, lebih dari 30 mahasiswa non-Muslim jenjang sarjana telah menerima bantuan beasiswa dari UMSU.
“Jangankan kuliah, UMSU juga memberikan beasiswa,” tegas Faisal.
Melalui program beasiswa tersebut, UMSU berupaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa yang menghadapi keterbatasan biaya. Faisal juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan beasiswa yang lebih luas agar semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
Tr: Intan




















