Halo Sobat Pong-pong!
Teropongdaily, Medan-Tahukah kamu? Eating Disorder adalah gangguan psikologis yang menyebabkan pola makan tidak normal, yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan emosional.
Gangguan ini ditandai dengan beberapa gejala umum, seperti obsesif terhadap makanan, berat badan, dan citra tubuh, menghindari makan atau makan berlebihan, serta kehilangan atau kenaikan berat badan yang cepat. Selain itu, perubahan perilaku terkait makan, seperti makan sendirian atau secara rahasia, juga sering terjadi.
Lalu, apa penyebab dan risiko dari Eating Disorder?
Ada beberapa penyebab dan faktor risiko yang dapat memicu Eating Disorder. Faktor psikologis seperti depresi dan kecemasan, faktor biologis seperti genetik dan ketidakseimbangan kimia otak, serta faktor lingkungan seperti tekanan sosial untuk memiliki tubuh yang ‘ideal’ berperan penting dalam kondisi ini.

Dosen Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Padang (UNP), Athalia A. Aptanta Tumanggor, S.Sos., menjelaskan tentang cara penanganan terkhusus bagi remaja yang mengidap Eating Disorder.
“Pertama mulailah dengan cara hidup sehat lalu, konsultasikan dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan. Terapi seperti CBT dan bimbingan ahli gizi sangat penting. Bergabung dengan kelompok dukungan, serta hindari diet ekstrem dan cobalah untuk melihat diri Anda dengan lebih positif,” pungkasnya.

Tr: Yuda Pratama
Editor: Salsabila Balqis






















