Teropongonline,Medan-Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria siap mengawal penuh warga Langkat yang tertindas untuk mendapat kejelasan perihal sengketa lahan transmigrasi seluas 300 Ha yang terjadi di Dusun Pardomuan Nauli, Desa Bukit Mas II, Kec.Besitang. Kamis, (22/02/19).
Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sumatera Utara yang juga selaku pimpinan yang menggelar aksi unjuk rasa yang bergabung di Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria Iqbal Harefa mengatakan akan terus mengawal kasus ini. Hingga nantinya, kasus ini dapat selesai dan warga mendapatkan haknya kembali.
“Kami meminta RDP (Rapat Dengar Pendapat) dulu dari wakil rakyat DPR Komisi A dan E kemudian lewat Pemprov, Bupati Langkat serta seluruh yang terkait untuk dihadirkan RDP pada bulan Maret nanti sesuai statement bapak (Syamsul Qodri) tadi. Jika bulan Maret RDP ini juga belum terjadi, kami (mahasiswa) akan turun dalam jumlah yang luar biasa,”kata Presma USU yang kerap disapa Gobel ini.
Dari berbagai kampus yang ada di Sumatera Utara hanya kampus USU dan Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang mahasiswanya ikut unjuk rasa di Kantor Gubernur dan DPRD Sumut pada Kamis kemarin, (21/02/19). Meski hanya dua almamater yang bergabung didalam aliansi, Iqbal mengaku tidak masalah sebab agraria ini menyangkut kemanusiaan (hati nurani) dan kembali pada diri masing-masing mau ikut atau tidak. Sebelumnya juga Presma USU bersama teman-temannya sudah menyebarluaskan informasi dan telah mengadakan diskusi terbuka terhadap persoalan ini.
“Sebenarnya untuk informasi ini sudah kita galakkan dari dua hari yang lalu dan kita juga semalam sudah mengadakan diskusi terbuka. Mengundang secara terbuka mahasiswa lewat media sosial kita, diflayer juga kita sampaikan bahwasanya kita Aliansi Mahasiswa Peduli Agraria,”jelas Iqbal.
Reporter : Mahda Rafsanjani



















