Teropongdaily, Medan-Bahas Quarter Life Crisis (QLC), Pemerintahan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (Pema USU) undang Psikolog sebagai pembicara pada acara Seminar di Auditorium USU. Sabtu, (15/10/2022).
Psikolog Amalia Meutia, M.Psi., dalam pemaparan materinya, jelaskan hal terkait QLC dan sebutkan kalau itu hal lumrah yang dapat dibiarkan.
“QLC adalah suatu periode ketidakpastian dan pencarian jati diri yang dialami individu pada saat mencapai usia pertengahan 20 hingga awal 30 tahun. QLC adalah hal yang lumrah. Meski jadi hal yang lumrah, bukan berarti kita harus pasrah saat fase QLC datang dan mempengaruhi aktivitas kita,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menambahkan hal yang perlu dilakukan adalah berfokus pada yang bisa dikendalikan.
“Kebanyakan kita fokus pada hal-hal di luar kendali kita, kita tidak bisa mengendalikan apa yang orang lain pikirkan, biarkan mereka dengan pikiran mereka, yang harus kita kendalikan adalah pikiran, perkataan serta perilaku kita sendiri. Diluar itu tidak perlu dipikirkan,” ungkapnya.
Meutia juga menyampaikan apa-apa saja tips untuk menghadapi QLC. “Pertama mengenali dan menyayangi diri sendiri, yang kedua mengambil kendali apa yang bisa kita kendalikan, yang ketiga mengurangi membandingkan diri dengan orang lain, keempat mencoba hal baru, terakhir punya tujuan hidup,” sampainya.
Selain Meutia, Andovi Da Lopez selaku Guest Star acara juga menyampaikan bahwa rasa ingin lebih dari orang lain dan tidak pernah merasa cukup itu tidak akan pernah berhenti.
“You never stop and you never be enough, saya analogikan dalam dunia entertaiment, mau kita sekaya apapun, seterkenal apapun, rasa membanding-bandingan diri dengan orang lain serta ingin lebih itu tidak akan pernah berhenti,” katanya.
Terakhir, Andovi mengajak peserta untuk mengubah mindset tentang kesuksesan. “Daripada kita fokus kepada kesuksesan orang lain, lebih baik kita ubah mindset kita untuk berpikir bahwa kesuksesan orang lain itu jangan dijadikan kompetisi, tapi sebagai sebuah pelajaran,” ungkapnya.
Tr : Adhlin Faridz & Nur Nilam Sary P
Editor : Choirun Anisah Sabliah






















