Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri pengurus, anggota magang, dan alumni di Eightyone Coffee and Eatery, Minggu (08/03/2026),
Ketua panitia, Widya Putri Irawan, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan buka puasa bersama ini mengusung tema Break the Fast, Build the Future: Semai Kasih dan Berbagi Bersama Teropong.
“Tema ini kami pilih karena bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta saling berbagi kasih kepada sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan kegiatan buka puasa bersama tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan UKM LPM Teropong.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sekadar momen berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan di antara pengurus, anggota magang, dan alumni Teropong,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Umum UKM LPM Teropong periode 2026/2027, Muhammad Firzatullah Sherwin Nasution, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian serta mempererat kebersamaan di dalam organisasi.
“Berbuka puasa bukan hanya tentang menikmati hidangan setelah menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan kepedulian, mempererat kebersamaan, serta menanamkan nilai berbagi kepada sesama,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari para alumni yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada kakak-kakak alumni yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan buka puasa bersama ini dapat terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Pembina UKM LPM Teropong UMSU, Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., berharap pengurus dapat terus menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas organisasi melalui pengelolaan pengetahuan atau knowledge management.
“Kita harus mampu mengelola pengetahuan yang dimiliki setiap anggota. Dengan knowledge management, pengetahuan yang ada bisa dibagikan dan dimanfaatkan bersama sehingga organisasi tidak hanya bergantung pada satu orang saja,” harapnya.





















