Halo Sobat Pong-pong!
Kecerdasan buatan (AI) kini makin populer digunakan oleh mahasiswa untuk mengerjakan tugas. Tapi bagaimana caranya agar kita tetap bisa berpikir kritis dan tidak asal menerima jawaban dari AI?
Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Corry Novrica Sinaga, S.Sos., M.A., menjelaskan bahwa AI itu adalah asisten riset dan sebagai pengguna harus bijak mengendalikannya.
“AI itu ibarat asisten riset. Ia bisa membantu kita merangkum artikel, mencari novelty, bahkan menjawab pertanyaan. Tapi bukan berarti jawabannya langsung kita terima mentah-mentah. Kitalah yang harus mengarahkan dan mengendalikan AI-nya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya memahami konteks dan memberikan instruksi yang jelas saat menggunakan AI.
“Kalau hasilnya belum sesuai, perintahnya diganti sampai keluar jawaban yang kita mau. Dan yang paling penting, tetap banyak membaca supaya kita tahu mana yang benar dan tidak dikendalikan oleh teknologi,” pungkasnya.
Dengan pemahaman ini, mahasiswa dapat memanfaatkan AI secara lebih cerdas dan luas, tanpa kehilangan daya pikir kritisnya.
Yuk, jadi pengguna AI yang bijak!


Tr: Delila Dira Ardina





















