Teropongdaily, Medan-Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Sosial Humaniora (RSH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil meraih dua prestasi dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan āAisyiyah (PIMTANAS) 2025.
Prestasi tersebut meliputi Juara III Kategori Presentasi dan Juara Harapan I Kategori Poster. Tim ini mengangkat judul ‘Konstruksi Makna Komunikasi Lingkungan dalam Krisis Marine Debris: Studi Kasus Kesadaran Ekologis Masyarakat Pesisir Desa Bagan Kuala, Kabupaten Serdang Bedagai’.
Salah satu anggota tim, Muhammad Nafis, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMSU, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih timnya.
āKami merasa sangat bersyukur, bangga, dan terharu atas pencapaian ini. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan kolaborasi tim selama proses riset hingga presentasi membuahkan hasil yang nyata,ā ungkapnya, Selasa (16/12/2025).
Lebih lanjut, Nafis menjelaskan strategi tim dalam menyampaikan hasil riset agar dapat diterima dengan baik oleh audiens dan dewan juri.
āKami memulai dengan menyederhanakan hasil riset ke dalam poin-poin kunci agar mudah dipahami oleh audiens yang beragam. Dalam presentasi, kami berfokus pada alur logis, kejelasan argumen, dan kekuatan narasi. Sementara itu, poster dirancang dengan prinsip tata letak visual yang ringkas, padat, dan jelas, namun tetap menarik secara estetika tanpa menghilangkan nilai ilmiahnya. Proses ini dilakukan melalui diskusi intensif, revisi berulang, dan evaluasi bersama,ā jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa FISIP UMSU sekaligus anggota tim, Tuongku Muhammad Nazhim Harahap, memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi selama proses persiapan hingga pelaksanaan lomba.
āTantangan terbesar adalah manajemen waktu di tengah padatnya aktivitas akademik serta menjaga kekompakan tim dalam menghadapi tekanan menjelang perlombaan. Selain itu, menyesuaikan materi agar tetap ilmiah namun komunikatif juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, seluruh kendala tersebut justru melatih kami untuk lebih disiplin, adaptif, dan saling percaya satu sama lain,ā ujarnya.
Tr: Anggun Nihma






















