Teropongdaily, Medan-Pengamat lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) HMMC J Wirtjes XVI (Yance) menilai banjir di Sumatera Utara (Sumut) dipicu luapan air hulu akibat penebangan liar dan penambangan hutan, Sabtu (29/11/2025).
Yance menjelaskan bahwa persoalan banjir harus ditelusuri dari sumbernya, termasuk kondisi debit air yang meningkat hingga meluap keluar dari badan air.
“Kita harus melihat terlebih dahulu dari mana datangnya banjir dan apa yang disebut banjir. Banjir adalah air yang melimpas dalam debit tinggi sehingga meluap keluar dari badan air seperti selokan, kanal, atau sungai, kemudian menggenangi daerah yang dalam keadaan normal tidak tergenang,” ungkapnya.
Ia menilai banjir di Sumatera Utara tidak hanya dipicu oleh hujan lokal di Kota Medan, tetapi juga oleh hujan di kawasan hulu yang menyebabkan peningkatan volume air.
“Air dari hulu datang karena hujan tidak hanya terjadi di Medan, tetapi juga di daerah hulu. Jadi ada tambahan debit air dari dua sisi. Ketika meluap, itu karena saluran tidak mampu menampung air. Penyebabnya bisa karena saluran tersumbat, parit dan riol tidak lancar, serta sungai yang mengalami pendangkalan,” jelasnya.
Yance juga menambahkan bahwa salah satu faktor utama yang memperparah banjir di Sumatera Utara adalah penebangan liar di kawasan hutan, yang membuat tanah mudah tererosi dan membawa material ke aliran sungai.
“Penyebab banjir bukan hanya hujan. Ada banjir air, ada banjir bandang, di mana air bercampur lumpur membawa gelondongan batu besar dan kayu. Batu berasal dari erosi di hulu, sementara kayu berasal dari aktivitas penebangan liar di hutan yang dilakukan demi meraup keuntungan besar,” tegas Yance.
Tr: Anggi Nayla
Sumber Foto: Kompas.com






















