Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan peninjauan langsung ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampus Terpadu UMSU, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Senin (16/02/2026).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan terhadap standar operasional dapur SPPG agar sesuai dengan spesifikasi program.
“Tahun ini kita melakukan grading. Akhir tahun nanti akan ada SPPG grade A, grade B, grade C, bahkan ada yang bisa di-drop out jika memang tidak sesuai spesifikasi. Kalau tidak sesuai spesifikasi, itu bisa menghambat pencapaian tujuan program MBG,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kualitas makanan harus tetap terjaga, baik dari segi kandungan gizi maupun keamanan konsumsi.
“Silakan ada variasi makanan, tetapi tetap memperhatikan kandungan gizi dan keamanannya. Itu menjadi tanggung jawab ahli gizi dan jurutama masak untuk memastikan makanan sehat dan aman bagi anak-anak,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol. (Purn.) Sony Sanjaya, S.I.K., menyampaikan bahwa dapur SPPG yang ditinjau telah beroperasi dan melayani ribuan penerima manfaat.
“Saat ini SPPG melayani 1.539 penerima manfaat. Anak-anak yang sebelumnya mungkin berangkat ke sekolah entah makan atau tidak, sekarang pemerintah hadir memastikan mereka belajar dengan perut terisi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan dapur SPPG tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“SPPG ini menyerap 47 tenaga kerja dari desil satu dan desil dua. Artinya manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh masyarakat di sekitar lokasi,” tegasnya.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan dapur SPPG di Kampus Terpadu UMSU berjalan sesuai standar dan mampu mendukung keberhasilan program MBG secara berkelanjutan.
Tr: sawal





















