Teropongdaily, Medan-Himpunan Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial (HMJ KESSOS) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memperingati Milad ke-15 dengan menggelar Seminar Nasional di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMSU, Sabtu (01/11/2025).
Acara ini mengusung tema ‘Generasi yang Tersenyum: Langkah Nyata Menuju Anak Bahagia dan Tangguh’. Kegiatan ini dirangkaikan dengan aksi sosial berupa donor darah yang bekerja sama dengan pihak Smiling Kids Foundation, sebuah lembaga yang menaungi anak-anak berisiko atau yang tengah berjuang melawan penyakit kanker.
Ketua Panitia, Indah Adelia, menjelaskan alasan pemilihan tema yang berfokus pada isu kesejahteraan anak.
“Karena kami dari Kesejahteraan Sosial, kami ingin mengangkat isu tentang Smiling Kids. Mereka adalah anak-anak yang berjuang dengan risiko kanker. Melalui seminar ini, kami ingin memberikan edukasi kepada orang tua agar lebih peka dan cepat mengambil tindakan sebelum kondisi anak semakin buruk. Sedangkan donor darah adalah bentuk sedekah kepada anak-anak yang membutuhkan transfusi darah,” jelasnya.
Meski persiapan kegiatan penuh tantangan, Indah mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara.
“Awalnya berat sekali selama proses persiapan, mulai dari pemilihan ruangan dan teknis lainnya. Alhamdulillah, semua dapat berjalan dengan baik. Bahkan pada kegiatan donor darah, Jumat malam sebelumnya, kami berhasil mengumpulkan 31 kantong darah dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMJ KESSOS FISIP UMSU, Setio Ningro, menyampaikan makna peringatan Milad ke-15 bagi organisasi.
“HMJ KESSOS sudah berusia 15 tahun, bukan waktu yang sebentar. Selama perjalanan, organisasi ini tumbuh, belajar, jatuh, bangkit lagi, dan terus melangkah. Jika saat ini HMJ tetap berdiri, itu bukan hanya karena kami hebat, tetapi karena jejak kebaikan para generasi sebelumnya,” ujarnya.
Setio menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat bagi mahasiswa Kesejahteraan Sosial mengenai tugas kemanusiaan untuk menciptakan kebahagiaan anak.
“Senyuman anak itu bukan hanya ekspresi. Itu tanda mereka diterima, aman, didengar, dan punya harapan. Tugas calon pekerja sosial bukan hanya membuat anak tersenyum, tetapi memastikan senyum itu tulus dari hati. Membahagiakan anak bukan hanya tugas orang tua atau pemerintah, tetapi misi kemanusiaan kita bersama,” pungkasnya.
Tr: Muhammad Ilham






















