Halo Sobat Pong-pong!
Pernahkah kamu salah paham hanya karena gestur atau ekspresi seseorang? Misalnya, kamu salah menafsirkan pesan karena bahasa tubuh lawan bicara kurang jelas.
Hal seperti ini bisa terjadi karena komunikasi nonverbal memiliki peran besar dalam menyampaikan makna. Tanpa kata-kata pun, bahasa tubuh dapat ‘berbicara’.
Menurut riset Albert Mehrabian, sekitar 55% komunikasi dipengaruhi oleh bahasa tubuh, 38% oleh nada suara, dan hanya 7% oleh kata-kata. Artinya, lebih dari 90% komunikasi bersifat nonverbal.
Mahasiswi semester III Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Salwa Khairunnisa Putri, membagikan pengalamannya ketika mengalami salah paham saat berkomunikasi secara nonverbal.
“Menurut aku, dalam komunikasi nonverbal yang sering disalahartikan itu kontak mata dan ekspresi wajah. Dari pengalaman pribadi, aku pernah gak sengaja melihat orang lain dan mereka mengira itu tatapan sinis, padahal cuma refleks,” ujarnya.
Menurut Salwa, pemahaman tentang komunikasi nonverbal sangat penting karena tidak semua pesan dapat disampaikan lewat kata-kata.
“Komunikasi nonverbal itu penting karena kadang gerakan tangan atau tatapan mata bisa terlihat lebih jujur daripada ucapan,” sambungnya.

Tr: Dwy Amanda





















