Teropongonline,Medan-Ribuan massa aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) Sumatera Utara mengepung Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut di Jl.H. Adam Malik, Medan. Massa aksi meminta agar pihak Bawaslu mendiskualifikasi salah satu Calon Presiden (Capres) yang terindikasi melakukan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM).
“Diskualifikasi Jokowi, diskualifikasi! Ia telah melakukan kecurangan dengan menggunakan alat negara untuk melakukan kampanye,”teriak massa aksi.
Massa aksi yang hadir berasal dari berbagai golongan maupun usia. Tidak hanya didominasi oleh pria, kaum wanita juga turut serta dalam menyampaikan aspirasi. Pihak aparat Kepolisian memasang kawat berduri dan beberapa armada keamanan untuk mengawal jalannya aksi.
Salah satu Pimpinan aksi saat menyampaikan orasinya mengatakan unjuk rasa ini akan berakhir menunggu arahan dari presidium pusat. Ia mengimbau agar aksi berlangsung dengan damai dan massa tidak terpancing provokasi.
“Kawan-kawan massa aksi semuanya, saya harap masih dalam keadaan satu komando. Pada aksi hari ini, kita menunggu keputusan dari presidium pusat disana, apakah terus berlanjut atau tidak. Sambil menunggu, saya harap jangan ada terpancing provokasi dengan massa aksi yang memancing kerusuhan, jika ada hal mencurigakan tangkap bawa kemari,” teriaknya dari atas mobil komando.
Kemudian, sembari menunggu hasil presidium pusat para massa aksi terdengar terus meneriakkan yel-yelnya.”Turun-turun turun Jokowi, turun Jokowi sekarang juga,” terdengar jelas berulang-ulang diucapkan oleh para massa aksi.
Pimpinan aksi yang sama menilai Presiden terpilih Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi tidak pantas menang setelah diumumkan oleh KPU pada Selasa, (21/05/19) dinihari karena pihaknya banyak melakukan kecurangan dalam proses Pemilu berlangsung. Massa pun merencanakan aksi lanjutan mereka dalam dua hari kedepan.
“Aksi hari ini dicukupkan sampai disini, kita pulang ke rumah masing-masing dan besok kita kembali berkumpul di Gedung Serbaguna PRSU untuk menyusun lagi rencana menolak Jokowi sebagai pemenang Pilpres 2019. Kita menuntut segala kecurangan segera diproses. Sabtu kita akan datang dengan massa yang lebih banyak dari hari ini,”ucapnya dihadapan ribuan massa.
Ribuan massa aksi bertahan hingga malam hari, tepat pukul 21.47 WIB barulah massa membubarkan diri dari area Kantor Bawaslu Sumut. Selain itu dalam berlangsungnya aksi, massa menggelar buka puasa bersama, begitu pula dengan salat magrib, isya serta tarawih berjamaah di seputaran Bundaran Adipura.
Reporter : Mahda Rafsanjani
Editor : Fuad Saleh Madhi



















