Teropongdaily, Medan-Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menanggapi wacana Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) terkait kemungkinan pemblokiran layanan kecerdasan buatan ChatGPT, Selasa (25/11/2025).
Mahasiswa semester VII Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMSU, Egy Pratama Sinulingga, menilai rencana pemblokiran tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.
“Sebenarnya hal tersebut tidak terlalu merugikan ataupun menguntungkan. Kalau ChatGPT diblokir, masih banyak platform Artificial Intelligence (AI) lainnya. Apalagi sekarang mencari informasi sudah sangat mudah dengan bantuan AI. Hanya saja, kita tetap harus teliti dan memiliki literasi yang baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dampak pemblokiran hampir tidak terasa.
“Kalau soal dampak, sebenarnya tidak ada. Seperti yang saya bilang, masih banyak AI di luar sana. Jadi kalau hanya ChatGPT yang dihapus, tidak mengurangi apa pun. Saya rasa itu juga yang akan dirasakan banyak orang,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa semester VII Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMSU, Nurfadilah Tanjun, berharap pemerintah lebih mempertimbangkan manfaat teknologi dalam dunia pendidikan.
“Pesan saya kepada pemerintah adalah agar mempertimbangkan manfaat besar dari teknologi seperti ChatGPT di dunia akademik, serta mencari solusi pengaturan yang tepat agar tetap bisa diakses dengan pengawasan, bukan langsung diblokir. Teknologi harus dilihat sebagai alat bantu untuk kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Tr: Anggun Nihma





















