Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar studi ekskursi ke Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Selasa (26/08/2025).
Kegiatan ini membahas peran bank sentral, pengelolaan rupiah, serta sistem pembayaran digital dan perlindungan konsumen.
Ketua HMJ Perbankan Syariah UMSU, Lailan Azmi Nasution, menuturkan tujuan diadakannya kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan memperluas wawasan terkait kebanksentralan serta keuangan di Indonesia. Semoga studi ekskursi ini dapat berlanjut menjadi kegiatan rutin bagi mahasiswa yang fokus pada studi ekonomi guna menambah pengetahuan perekonomian,” ujarnya.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Perbankan Syariah UMSU, Dr. Isra Hayati, M.Si., memberikan apresiasi kepada HMJ PBS yang telah menginisiasi acara tersebut.
“Selamat kepada ananda sekalian yang telah menginisiasi acara ini. Tidak hanya untuk HMJ saja, tetapi kalian juga memberikan ruang bagi seluruh mahasiswa Perbankan Syariah untuk mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.
Ia juga berharap BI dapat terus memberikan pemahaman serta mahasiswa mampu memanfaatkan fasilitas dan ilmu yang disediakan.
“Kolaborasi dengan BI membuka peluang bagi mahasiswa. Banyak sekali program yang mereka sediakan, mulai dari perpustakaan hingga beasiswa. Jadi, anak-anak semoga bisa memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan oleh BI,” tambahnya.
Sementara itu, Manager KPw Bank Indonesia Sumut, Fika Habbina, menjelaskan peran BI dalam menjaga kepercayaan publik terhadap rupiah dan mendorong sistem pembayaran digital yang aman.
“Kami terus membuka ruang bagi mahasiswa maupun masyarakat, salah satunya melalui studi ekskursi. Tujuannya agar masyarakat bijak menggunakan rupiah dan memilih kanal transaksi digital yang terlindungi,” katanya.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa UMSU diharapkan mampu memperluas wawasan sekaligus menjadi agen literasi keuangan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Tr: Novita






















