Teropongdaily, Medan-Puluhan tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil lolos seleksi internal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2025. Meski belum ada tahap pendanaan, proses ini menjadi gerbang awal menuju kompetisi nasional.
Ketua Student Research and Creativity Center (SRCC) UMSU, Dr. Fatimah Sari Siregar, mengatakan bahwa seleksi menggunakan standar penilaian Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Semua proposal dinilai sesuai indikator yang tercantum dalam buku panduan resmi PKM.
“Seleksi proposal internal menggunakan penilaian yang sama seperti Belmawa, dan semua indikator penilaian terdapat di buku panduan. Jadi, kriteria utamanya adalah semua proposal harus sesuai dengan aturan dalam buku panduan,” ungkap Fatimah saat diwawancarai kru Teropong, Jumat (23/05/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap fakultas di UMSU memiliki SRCC tersendiri yang aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan. Bahkan, SRCC UMSU telah menggelar bedah proposal bagi tim yang lolos seleksi serta dosen pembimbingnya.
“Setiap fakultas ada SRCC fakultas, dan sudah melaksanakan sosialisasi dan pelatihan untuk dosen maupun mahasiswa. SRCC UMSU juga telah melakukan bedah proposal bagi semua mahasiswa yang lolos seleksi internal bersama dosen pendampingnya,” tegasnya.
Fatimah menegaskan bahwa pendampingan akan terus diberikan hingga tahap unggah proposal ke Sistem Informasi Manajemen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Simbelmawa).
“Kami akan terus mendampingi adik-adik sampai berhasil,” ujarnya.
Ketua tim PKM-PI, Fayza Dila Utama Damanik, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan timnya adalah kombinasi antara ide yang kuat dan kepatuhan terhadap panduan.
“Kami fokus menyelesaikan masalah nyata, bukan sekadar membuat konsep,” katanya.
Ia menyebut bahwa kedisiplinan dalam mengikuti format dan substansi proposal sangat penting.
“Ide sehebat apapun bisa gagal kalau mengabaikan aspek teknis,” tambahnya.
Untuk mahasiswa lainnya, Fayza berpesan agar tidak takut memulai dari hal kecil.
“Cari masalah nyata, bentuk tim yang kuat, pahami panduan, dan jadikan setiap proses sebagai pembelajaran,” tutupnya.
Tr: De Ajeng Nurul Maharani & Ahmad Zacky






















