Teropongdaily, Medan- Perpustakaan UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) telah dibuka kembali dikarenakan pembelajaran berlangsung secara tatap muka. Sabtu, (29/05/2022).
Ketua Umum (Ketum) Relawan Perpustakaan (Relpus) UMSU 2022/2023 Muhammad Al Amin menyampaikan tanggapannya terhadap intensitas pengunjung perpustakaan UMSU.
Amin menyampaikan dikarenakan sudah offline perpustakaan sudah mulai ramai dikunjungi.
“Seperti yang kita lihat mahasiswa semester dua dan semester delapan sudah aktif dengan pembalajaran offline. Jadi Alhamdulillah pengunjung perpustakaan ramai,” katanya.
Amin juga menyampaikan peraturan yang ditetapkan untuk pengunjung perpustakaan UMSU yaitu harus sesuai dengan prokes yang ditetapkan.
“Jadi pengunjung harus men-scan QR vaksinasi, memakai masker, dan di dalam ruangan tidak boleh membawa tas, dan tidak menimbulkan keributan,” ucapnya.
Amin menyampaikan kegiatan Relpus setelah Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berlangsung yaitu mengaktifkan perpustakaan, pelantikan, dan adanya kelas leiterasi.
“Kegiatan setelah PTM berlangsung yang kami laksanakan ya, mengaktif kembali Perpustakaan UMSU, lalu saat ini masih pelantikan, dan selanjutnya mungkin ada kelas literasi,” ujarnya.
Amin menyampaikan, untuk perkembangan koleksi buku di Perpustakaan UMSU sudah banyak juga diterbitkan oleh Relpus UMSU.
“Perkembangan koleksi buku dari kami, ada yang sudah menulis 10 buku dari angkatan pertama bang Yossy berjudul Awan Hitam, dan juga ada dari angkatan kami, pengalaman kami yang mengajar di Pancur Batu yang berjudul Sekolah Mengajar Relpus UMSU (SEMERU),” ucapnya.
Harapan Amin selaku Ketum Relpus UMSU untuk pengunjung yang datang harus kondusif dan menjaga buku dengan bagus.
“Harapan kami untuk pengunjung yang datang untuk bisa kondusif di dalam perpustakaan, bisa menjaga buku dengan bagus. Kan tempat perpustakaan ini tempat kita belajar, kita saling menjaga lah,” harapnya.
Adapun Syahrul, selaku anggota Relpus UMSU menyampaikan pendapat nya tentang intensitas pengunjung perpustakaan yang sangat berdampak saat pandemi dan sesudah pandemi.
“Intensitas pengunjung perpustakaan sebelum dan sesudah pandemi sangat berdampak. Awalnya sebelum pembelajaran tatap muka, mahasiswa yang datang ke perpustakaan itu sangat minim, dikarenakan juga kondisi saat itu. Setelah pembelajaran tatap muka, mahasiswa yang datang semakin banyak, dengan berbagai aktivitas ada yang membaca, sekedar meminjam atau mengembalikkan buku,” ujarnya
Tr: Anggi Syahfitri & Basri Mustafa






















