Teropongdaily, Medan-International Indonesian Pencak Silat Open Championship ketiga resmi dibuka di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), Senin (04/08/2025).
Kejuaraan ini akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 4 hingga 10 Agustus 2025. Sebanyak 3.120 pesilat dari seluruh Indonesia dan 145 atlet dari 20 negara ambil bagian dalam ajang bergengsi ini. Ketua Panitia, Dr. dr. Johny Marpaung, dalam sambutannya menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, melainkan warisan budaya yang sarat makna dan nilai luhur.
“Pencak silat bukan hanya soal bertarung atau kompetisi. Ia adalah warisan budaya lintas generasi, mengandung nilai-nilai kedisiplinan, rasa hormat, dan pembentukan karakter bangsa,” ujar Johny.
Ia juga menekankan bahwa pencak silat telah berkembang secara global. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) berkomitmen mendorong agar pencak silat dapat menjadi salah satu cabang resmi yang dipertandingkan di ajang Olimpiade.
“Pencak silat sudah mendunia. Kami ingin memperjuangkan agar pencak silat bisa menjadi cabang resmi di Olimpiade. Dari sini, kita mulai langkah menuju pentas dunia,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Johny Marpaung mengajak seluruh pihak menjadikan ajang ini sebagai momentum kebangkitan budaya Indonesia melalui pencak silat.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik awal kebangkitan budaya bangsa. Mari kita jaga pencak silat agar mendunia dan tetap jadi warisan kita,” ujarnya.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, yang turut hadir dalam pembukaan acara, menyampaikan apresiasinya kepada IPSI dan panitia atas kepercayaan menjadikan Sumut sebagai tuan rumah kejuaraan internasional ini.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung penuh kegiatan olahraga di segala level, termasuk yang berskala internasional seperti ini. Terima kasih kepada IPSI dan panitia atas kepercayaan menjadikan Sumut sebagai tuan rumah,” kata Bobby.
Ia juga berharap para atlet dan ofisial dari berbagai negara bisa merasakan keramahan masyarakat Sumatera Utara dan membawa kesan positif dari penyelenggaraan kejuaraan ini.
“Kalau tadi kata Ketua IPSI ada 20 negara yang hadir, kami berharap kehadiran mereka membawa kesan baik dan bisa kembali lagi suatu saat nanti,” pungkasnya.
Tr: Muhammad Wira & Ayu Shouma






















