Teropongonline, Medan – Dipenghujung Sya’ban yang menandakan bulan suci Ramadhan 1440 H tiba, ziarah kubur sudah menjadi budaya dan acap kali umat Islam di Indonesia menerapkannya. Aktivitas ziarah tak lain melantunkan doa untuk keluarga tersayang yang sudah terlebih dahulu dipanggil Allah SWT.
Datangnya bulan Ramadhan menjadi tanda penuh kemuliaan serta berkah (rezeki) bagi semua umat manusia khususnya Islam. Termasuk ziarah kubur yang menjadi ladang penghasilan bagi pedagang bunga yang berada di pemakaman umum sekitaran Jalan Kapten Muchtar Basri, Medan.
Siti Rosmiar (55 tahun) menyatakan Ramadhan bulan paling dinanti, pedagang musiman seperti pedagang bunga, minuman dan gorengan meraup keuntungan pada peristiwa ziarah.
“Walaupun banyak saingan di kanan dan kiri, tapi dagangan saya tetap banyak yang beli. Saya jualan disini karena rumah saya pas pinggir jalan depan kuburan, selain jualan bunga saya juga jualan minuman dan makanan sama adik saya. Alhamdulillah,”ujarnya saat diwawancarai kru Teropong Jumat, (03/05/19).
Ia menambahkan bahwa puncak ziarah kubur yang paling ramai orang ialah hari libur (Minggu) kemarin dan akhir sebelum Ramadhan 05 Mei 2019. Siti Rosmiar pun tidak menyebutkan berapa jumlah pendapatannya, namun ia meyakini menambah pemasukannya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Meski tidak dianjurkan dalam agama Islam, ziarah kubur menjadi budaya yang sudah turun temurun dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Reporter : Winda Syaputri
Editor : Fuad Saleh Madhy


















