Pengamatan hilal untuk penentuan awal Ramadhan 1447 H tetap dilaksanakan meskipun kondisi cuaca diperkirakan mendung. Kegiatan ini digelar di Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Selasa, (17/02/2026).
Salah satu tim peneliti OIF UMSU, Hariyadi Putraga, mengatakan pihaknya tetap bersiaga sesuai surat pelaksanaan yang telah diterima.
“Kita tetap standby. Saat ini ada dua teleskop di tempat permanen yang sudah ada rumahnya, jadi kalau turun hujan atapnya bisa ditutup,” ujarnya.
Ia menjelaskan satu teleskop awalnya direncanakan dikeluarkan setelah asar namun karena kondisi cuaca kurang baik waktu pengeluarannya sedikit diundur.
“Kalau nanti hujan turun teleskop akan segera kita bongkar dan pindahkan ke ruangan yang aman,” jelasnya.
Menurut Haryadi, meski pengamatan dilakukan, belum tentu hilal dapat terlihat apabila cuaca terus mendung. Namun, kesiapan alat tetap menjadi prioritas.
“Walaupun jam empat sore mendung, bisa saja dua jam kemudian cerah. Karena peralatan sudah standby dan teleskop sudah mengarah ke bandar langit serta mengikuti sistem tracking, kita bisa cepat memastikan terlihat atau tidak,” tambahnya.
Pada proses pengamatan kali ini, OIF UMSU menyiapkan empat instrumen. Dua teleskop ditempatkan di rumah teleskop sisi barat, yakni teleskop Bresser AR-152 berdiameter lensa 152 mm yang digunakan untuk observasi utama dan dokumentasi tamu, serta William Optics ZenithStar 71 berdiameter 71 mm yang difokuskan untuk kamera astronomi dan kebutuhan live streaming.
Satu teleskop Bresser AR-152 tambahan akan ditempatkan di halaman agar masyarakat dapat ikut melakukan observasi. Selain itu, tersedia pula binokuler di sisi selatan lokasi yang dapat digunakan pengunjung.
“Jadi intinya kita punya empat instrumen untuk observasi hilal hari ini,” tegas Haryadi.
Terkait penentuan awal bulan, Haryadi menyebut pihaknya mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
“Walaupun hilal tidak terlihat di lokasi kita atau di Indonesia, karena sudah memenuhi kriteria dan parameternya, maka ditetapkan tanggal 18 sudah masuk awal Ramadan. Jadi kita tidak menunggu sidang isbat, di sini kita sebagai fasilitator saja,” pungkasnya.
Tr: Elza





















