Teropongdaily, Medan-Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), mendirikan rumah sampah digital dalam Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) di Desa Namu Ukur Utara, Langkat, Kamis (15/08/2024).
Kegiatan ini mengangkat tema ‘Gerakan Rumah Sampah Digital’ yang menjadi konsep dasar kegiatan ini. Kepala Program Studi (Kaprodi) BK, M. Fauzi Hasibuan, M.Pd., menjelaskan konsep dasar rumah sampah digital itu di bangun.
“Kondisi di Daerah Namu Ukur Utara itu memperlihatkan tingginya volume sampah di lingkungan sekitar, sehingga Tim PPK Ormawa HMJ BK memberikan ide dalam bentuk pembuatan rumah sampah digital. Nantinya masyarakat akan mengumpulkan sampah dalam bentuk sampah organik dan sampah non organik, kemudian nantinya sampah sampah plastik bisa di tukarkan dengan uang dan sampah dari sumber pertanian di olah menjadi pupuk kompos”, jelasnya.
Selanjutnya M. Fauzi Hasibuan juga mengungkapkan tujuan utama dibangunnya rumah sampah digital ini.
“Tujuan ke depan agar masyarakat bisa memaksimalkan fungsi dari rumah sampah itu sehingga masyarakat bisa mendapatkan tempat dan aset dari rumah sampah digital itu,” ungkapnya.
Ketua Umum HMJ BK, Dania menyampaikan dampak awal yang dirasakan sejak gerakan rumah sampah digital ini didirikan.
“Untuk saat ini masyarakat antusias atas rumah sampah digital ini, namun untuk keseluruhan belum terlihat 100%. Dikarenakan gerakan rumah sampah digital ini baru dibuka dan diresmikan 12 Juli 2024”, tuturnya.
Selanjutnya, Dania mengatakan pemasukan yang di dapatkan dari rumah sampah digital ini diberikan kepada masyarakat di desa tersebut.
“Pemasukan untuk tim tidak ada, namun pemasukan hanya diberikan kepada pengurus rumah sampah digital, di mana pengurus merupakan masyarakat yang ada di desa,” sampainya.
Dania juga mengucapkan motivasi PPK Ormawa membangun rumah sampah digital di Daerah Namu Ukur Utara ini agar memperbaiki pengelolaan sampah di desa tersebut.
“Motivasinya agar pengolahan sampah di desa lebih baik lagi terlebih desa sasaran kami merupakan desa yang dekat dengan objek wisata, sehingga momen ini sebagai kesempatan bagi kami Tim PPK Ormawa mendirikan rumah sampah digital berkemajuan,” tuturnya.
Terakhir, ia memberikan harapannya kepada masyarakat setempat untuk lebih baik dalam mengelola sampah dan gerakan rumah sampah ini terus berlanjut.
“Semoga dengan adanya rumah sampah digital ini masyarakat lebih peduli dan dapat mengelola sampah sesuai dengan peraturan yang berlaku, semoga gerakan rumah sampah ini terus berlanjut dan masyarakat antusias untuk menyetorkan dan mengelola sampahnya,” harapnya.
Tr: Farah Dhita
Editor: Salsabila Balqis





















