Teropongonline, Medan – Seiring dengan berkembangnya zaman dan laju perubahan teknologi semakin meningkat, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara adakan Talkshow Entrepreneur guna membuka wawasan mahasiswa untuk menjadi pencipta lapangan kerja di masa mendatang. Kegiatan berlangsung di Auditorium UMSU Jl Kapten Muchtar Basri No.3 Medan pada Kamis, (11/07/19) pagi.
Talkshow entrepreneur ini menghadirkan narasumber inspiratif seperti, Andi Agus Supriyanto S.P seorang pengusaha Jamur Tiram, Fikri Tanjung S.P owner Lapau Jahe Merah dan Syahrani Dewi S.P M.Ikom pengusaha obat Daun Kelor. Kegiatan dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UMSU Ir. H. Asritanarni Munar M.P.
Sembari membuka, dalam sambutannya Asritanarni Munar mengatakan wirausaha di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, Entrepreneur merupakan salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian suatu negara. “Enterpreneur dapat meningkatkan kesejahteraan suatu negara dan kegiatan ini salah satu cara untuk meningkatkan jumlah enterpreneur di Indonesia,” katanya.

Dalam talkshownya, Andi Agus Supriyanto mengaku dalam dunia usaha ada dua masalah yang sering menghampiri, yaitu enak dan tidak enak. “Enaknya saat banyak pesanan tapi tidak bisa disanggupi dan tidak enaknya jika barang tidak laris,”ungkapnya.
Pengusaha Jamur Tiram itu menganggap dua hal tersebut adalah tantangan, ia memotivasi kepada mahasiswa agar jangan menjadikan tantangan sebagai hambatan. “Dalam memulai usaha itu jelas ada tantangannya, seperti modal, tempat dan target pasar. Tapi jangan jadikan tantangan itu sebagai hambatan kita untuk sukses,” cetusnya.
Lain halnya dengan Syahrani Dewi, ia menyatakan pentingnya membaca agar dapat menambah ilmu dan mengembangkannya menjadi suatu usaha. “Saya belajar melalui jurnal internasional untuk mengembangkan dan menginovasikan daun kelor ini sampai sekarang. Untuk memulai usaha harus diawali dengan ilmu, dengan membaca akan mendapat ilmu dan dapat mengembangkan suatu usaha,” kata Syahrani.
Ia juga menambahkan jika ada mahasiswa pertanian yang ingin melakukan penelitian, Syahrani bersedia membagi ilmunya. “Untuk mahasiswa yang ingin melakukan penelitian bisa dengan daun kelor ini saya akan memberikan sampelnya kepada kalian,” sambung pengusaha obat Daun Kelor.
Reporter : Mayang Anggraini


















