
Medan, 22 November 2025 — Ratusan pengembang, profesional teknologi, dan mahasiswa memenuhi Auditorium UCSN Universitas IBBI untuk menghadiri DevFest Medan 2025, konferensi teknologi terbesar di Sumatera Utara yang digelar oleh Google Developer Group (GDG) Medan. Mengusung tema “Building Safe, Secure, and Scalable Solutions with AI and Cloud”, acara ini menjadi pusat perhatian komunitas teknologi regional berkat kombinasi sesi inspiratif, workshop teknis, dan agenda kolaboratif.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini menghadirkan 11 pembicara, termasuk 4 Google Developer Experts, serta 8 sesi workshop paralel yang menarik minat peserta dari berbagai latar belakang. Menurut data panitia, DevFest Medan 2025 mencatat lebih dari 350 peserta hadir, dari total 480 pendaftar dan lebih dari 870 minat registrasi.
DevFest Medan 2025 dibuka dengan sambutan dari GDG Medan, dilanjutkan dengan sambutan dari pihak Universitas IBBI dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Pada keynote utama, GDG Medan menekankan pentingnya peran developer dalam memastikan pemanfaatan teknologi AI secara aman, etis, dan dapat diandalkan.
Dalam sambutannya, Fikih Firmansyah, Organizer GDG Medan dan PIC DevFest Medan 2025, mengatakan:
“DevFest bukan sekadar konferensi — ini adalah momen untuk menyatukan para pengembang, membangun ekosistem yang kuat, dan memastikan kita bergerak menuju masa depan teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan inklusif. Tahun ini kami ingin menekankan bahwa AI dan Cloud bukan hanya sekadar tren, tetapi fondasi masa depan industri.”
Fikih, yang juga menjadi salah satu pembicara pada sesi Cloud Track, menambahkan bahwa DevFest Medan 2025 menjadi penutup tahun yang penting dalam perjalanan komunitas GDG Medan.
“Sejak 2022, GDG Medan tumbuh menjadi komunitas dengan lebih dari 3.000 anggota. Kami ingin lebih banyak talenta lokal berani tampil, berbagi, dan memimpin. DevFest tahun ini adalah bukti bahwa Medan punya masa depan teknologi yang cerah.”
Materi teknis di sesi utama Auditorium UCSN mencakup beragam topik mutakhir:
- Lintang Gilang Pratama membuka dengan Gemini CLI in Action, menyoroti bagaimana AI mempercepat proses kerja developer hingga tim HR.
- Edwin Tantawi memperkenalkan Reimagining the Web with window.ai, menggambarkan masa depan web berbasis AI.
- Joan Santoso, GDE AI/ML, menyampaikan materi tentang pembuatan Multi-Agent Systems melalui Google Agent Development Kit.
Setelah sesi utama, peserta kemudian mengikuti Q&A dan dilanjutkan dengan talk dari sponsor utama PANDI.
Mulai pukul 13.00, ruang-ruang workshop mulai dipadati peserta yang antusias mendalami berbagai topik, seperti:
- Pengembangan AI menggunakan Cloud Run (Albert Suwandhi)
- Voice cloning dan TTS (Muhammad Ghifary)
- Desain sistem Android modern dengan Vertex AI (Jabbar Ali Panggabean)
- Serverless Spark via BigQuery Studio (Muhammad Saipul Rohman)
- End-to-end data visualization dengan Looker Studio (Lintang Gilang Pratama)
- Hybrid AI untuk web modern (Edwin Tantawi)
- Modernisasi aplikasi ke Cloud Run (Fikih Firmansyah)
Para peserta membawa laptop mereka dan mengikuti instruksi praktikal langsung dari para pemateri—sebuah pendekatan yang menjadikan DevFest Medan berbeda dari konferensi teknologi lainnya.
Menanggapi keberhasilan penyelenggaraan tahun ini, Padlian Chairi, Organizer dan Lead GDG Medan, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan komunitas.
“Kami bangga melihat antusiasme peserta yang luar biasa. Semakin banyak developer dari Medan dan Sumatera Utara yang ingin belajar, berbagi, dan membangun. DevFest 2025 menunjukkan bahwa komunitas developer di Medan semakin matang dan punya kontribusi besar dalam ekosistem teknologi Indonesia.”
Padlian juga menegaskan bahwa keberhasilan DevFest tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.
“Terima kasih kepada seluruh sponsor, relawan, pembicara, dan peserta. Tanpa dukungan bersama, acara sebesar ini tidak mungkin terwujud. Kami berharap DevFest menjadi batu loncatan bagi developer untuk terus berkembang dan menciptakan inovasi yang bermanfaat.”
Tak hanya berisi sesi materi, DevFest Medan 2025 juga menyajikan aktivitas pendukung seperti:
- Human Bingo, yang mendorong peserta berinteraksi dan berjejaring,
- Booth PANDI dengan edukasi domain .id dan identitas digital,
- Booth 150K Optical Store dengan layanan cek mata dan kopi gratis.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang hari, terutama ketika sesi networking dan pembagian doorprize berlangsung.
DevFest Medan 2025 didukung oleh:
- Google for Developers (Sponsor Utama)
- PANDI (.id)
- 150K Optical Store
- Universitas IBBI sebagai mitra venue
Acara ditutup dengan ajakan untuk terus mengembangkan diri dan membangun ekosistem teknologi yang kolaboratif. Dengan tagline “Not just participants, but drivers!”, GDG Medan mengajak para developer menjadi penggerak perubahan.
DevFest Medan 2025 menandai tonggak penting bagi komunitas teknologi di Medan, menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan talenta digital di Indonesia.
Contact Press:
GDG Medan — Public Relations
WhatsApp: +62 818-110-806
Email: [email protected]
Website: https://gdgmedan.com




















