Teropongdaily, Medan-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIP UMSU) menghadirkan ruang podcast sebagai upaya memaksimalkan pembelajaran berbasis visual, Kamis (29/01/2026).
Kehadiran ruang podcast ini berawal dari dukungan terhadap program E-Lensa yang sebelumnya telah dijalankan oleh FKIP UMSU. Ruang podcast tersebut dirancang sebagai wadah penyampaian materi pembelajaran serta ide-ide pendidikan secara daring. Meski telah terbentuk sejak tahun 2025, ruang podcast ini baru diperkenalkan secara resmi kepada publik.
Wakil Dekan III FKIP UMSU, Dr. Mandra Saragih, M.Hum., turut memperkenalkan penanggung jawab pengelolaan ruang podcast tersebut.
“Ruang podcast ini akan dikelola oleh EduVoice sebagai tim kreatif FKIP UMSU, dengan saya yang kebetulan langsung membina mereka,” ujarnya.
Mandra juga menjelaskan konsep program yang akan dijalankan, termasuk pihak-pihak yang dapat terlibat dalam pemanfaatan ruang podcast ini.
“Narasumber yang akan diundang tentunya dosen, pimpinan fakultas, program studi, alumni, mahasiswa, serta tamu-tamu FKIP yang diharapkan dapat memberikan pernyataan terkait isu pendidikan secara luas. Selain itu, dosen mata kuliah tertentu juga akan diberikan kesempatan untuk menggunakan podcast sebagai sarana pembelajaran. Begitu pula organisasi mahasiswa agar dapat bersuara terkait pendidikan,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswi FKIP UMSU, Ella Puspitasari, memberikan tanggapan positif terhadap kehadiran ruang podcast sebagai media pembelajaran di lingkungan kampus.
“Ruang podcast tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi yang kreatif dan mudah diakses, terutama oleh generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi ruang podcast dalam mendukung penyampaian materi pembelajaran yang lebih inovatif serta membuka ruang kolaborasi lintas kalangan.
“Melalui pendekatan visual dan audio, materi pendidikan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami. Selain itu, ruang podcast juga membuka peluang kolaborasi antara mahasiswa, pendidik, dan masyarakat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan secara lebih luas dan inovatif,” tambahnya.
Tr: Winanda Salsabillah






















