Teropongdaily, Medan-Usai banjir melanda sejumlah wilayah pada Kamis lalu, masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa. Meski demikian, kewaspadaan terhadap penyakit pascabanjir tetap perlu ditingkatkan. Hal ini disampaikan oleh dokter Klinik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dr. Helfi Gemasih Listiani, Rabu (03/12/2025).
dr. Helfi menjelaskan bahwa hingga saat ini dampak kesehatan akibat banjir belum terlihat signifikan di wilayah sekitar Klinik UMSU.
“Selama saya praktik di hari Senin dan Rabu, dampaknya masih belum ada. Mungkin karena di daerah Klinik UMSU tidak terdapat pemukiman dan tidak ada pengungsian,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyebut bahwa kondisi di wilayah lain yang lebih terdampak banjir mungkin berbeda.
Terkait penyakit yang umumnya muncul setelah banjir, dr. Helfi mengungkapkan beberapa kondisi yang perlu diwaspadai.
“Biasanya yang paling sering itu demam, termasuk demam berdarah karena meningkatnya populasi nyamuk. Lalu muntah-mencret atau gastroenteritis akut akibat sanitasi air yang buruk. Selain itu, gangguan kesehatan kulit juga sering terjadi karena air sudah terkontaminasi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa anak-anak dan lansia merupakan kelompok yang paling rentan terserang penyakit pascabanjir.
“Imun mereka lebih lemah, jadi mereka lebih mudah terdampak dibanding orang dewasa,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan setelah air surut.
“Buang genangan air di wadah-wadah seperti kaleng, jaga kebersihan lingkungan, dan pastikan konsumsi makanan bergizi. Pemerintah juga perlu mendukung agar kualitas air lebih steril,” katanya.
Tr: Widia Ningsih & Nashwa Salsabila






















