Aksi demonstrasi ricuh di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara, turut terdampak pada warga yang sedang berolahraga di Lapangan Benteng. Mereka diduga terkena semprotan water cannon yang mengganggu aktivitas, Selasa (26/08/2025).
Salah satu warga sekitar, Liza Apriyani, menuturkan pengalamannya saat berolahraga. Meski hanya berjalan santai, ia tetap terdampak kericuhan hingga terjatuh karena panik massa yang berlari.
“Saya hanya jalan santai, tidak peduli dengan keributan. Tapi saat sampai di tikungan, tiba-tiba kena semprotan water cannon dan terjatuh karena orang-orang berlari. Aparat bilang ada yang melempar dari lapangan ini, padahal tidak ada,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi pemerintahan saat ini. Menurutnya, maraknya kasus korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah belum mendapat penanganan tegas.
“Hari ini saya benar-benar kecewa dan sedih. Saya merasa naik darah melihat para koruptor dibiarkan. Sebagai rakyat yang juga membayar pajak, baik usaha maupun rumah, saya merasa sangat dirugikan,” ujarnya.
Liza berharap aksi demonstrasi tersebut dapat menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan agar pemerintah lebih serius dalam memberantas korupsi.
“Mudah-mudahan aksi seperti ini tidak hanya di Medan, tapi juga di daerah lain, agar Pak Prabowo tersentuh hatinya. Dulunya beliau militer, tugasnya mengamankan negara dan rakyat, bukan melindungi koruptor. Kami berharap beliau tegas, bukan sekadar berjanji,” pungkasnya.
Tr: Anggun & Winda





















