Teropongdaily, Medan- Aksi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja yang dilakukan Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) belum mendapatkan respon dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut.
Hingga aksi usai, pimpinan maupun perwakilan DPRD Sumut tidak kunjung keluar menemui massa aksi dan merespon tuntutan Cipayung Plus Sumut. Beragam aksi mulai dari bakar ban, aksi simbolik pelemparan telur dan tomat pun dilakukan massa aksi sebagai bentuk kekecewaan mereka.
Saat diwawancarai awak media, Abdul Rahman, Ketua Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut menyampaikan rasa kecewa massa aksi. Ia menyesalkan karena tidak ada satu pun perwakilan DPRD Sumut yang merespon.
“Kami kecewa, makanya tadi kami lakukan lemparan dengan telur dan tomat, itu bentuk kekecewaan kami. Begitu banyaknya anggota dewan, tapi satu pun tidak ada yang keluar. Artinya apa ini ada persengkongkolan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Lanjutnya, ia menyebut Cipayung Plus Sumut bakal membuat aksi lanjutan dan akan mengajak massa yang lebih besar. “Kami akan membuat aksi berikutnya, dan kami akan mengajak semuanya, baik buruh, masyarakat maupun pelajar dan lainnya,” tegasnya.
Rahman juga menegaskan tuntutan utama massa aksi pada aksi tersebut. “Kami awalnya menuntut DPRD Sumut menolak Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang omnibuslaw,” ujar Rahman.
Aksi pun ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dari Cipayung Plus Sumut oleh perwakilan organisasi yang tergabung didalamnya.
Tr : @iiqbalmhd_






















