Teropongonline.com – Medan, Kekisruhan antara salah satu organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Satpam UMSU kembali berlanjut setelah HMI melakukan aksi demonstrasi pada Senin pagi, (18/02/19) di depan kampus utama UMSU Jl. Kapten Muchtar Basri No.3 Medan.
.
Kronologis kejadian bermula ketika HMI komisariat UMSU mendirikan stand rekrutmen calon anggota pada Sabtu kemarin, (16/02/19) di trotoar depan kampus, namun Satpam mengusir mereka. Hal tersebut dikarenakan dalih fungsi trotoar bagi pejalan kaki terganggu.
.
Menanggapi kekisruhan yang terjadi pada Sabtu kemarin (16/02/19), Andiko Susilo selaku komandan Satuan Pengamanan (Satpam) UMSU mengklarifikasi yang terjadi pada saat itu. Awalnya Satpam sudah menegur secara benar dan persuasif untuk tidak mendirikan stand, namun HMI tidak mengindahkan teguran tersebut.
.
“HMI sendiri tidak mengindahkan teguran itu semua dengan kembalinya mereka pada pukul 16.00 mendirikan stan tersebut lagi dan pada saat itu juga pihak Satpam pun langsung mengambil tindakan tegas,”paparnya.
.
Kemudian Andiko juga menjelaskan bahwa di sekeliling UMSU juga sudah melarang kios, kendraan dan mengaktifkan kembali fungsi dari trotoar. “Kita kan sudah melakukan pembenahan kios-kios dan jualan di trotoar, becak sampai ojek online pun tidak ada lagi. Jadi kami larang, ya pertama mereka terima terus bubar, sekitar pukul 16.00 mereka kembali lagi dengan massa yang lebih banyak dari pertama,” jelasnya.
.
Sempat terjadi dialog dan perdebatan antara HMI dengan Satpam untuk membicarakan hal ini. Namun hal tersebut tidak menimbulkan titik temu, Andiko mengatakan mereka tetap memaksakan diri tetap di trotoar itu disini kami hanya ingin trotoar dipakai semestinya bagi pejalan kaki agar lalu lintas lancar.
.
“Kami (UMSU) tetap tidak menerima dan terjadilah tarik serta dorong mendorong mahasiswa dengan satpam. Mereka pun tidak terima juga dan kembali lagi pada hari Senin, (18/02/19) dengan melakukan aksi demo ini,” ceritanya saat diwawancarai oleh kru Teropong.
.
Andiko juga mengingatkan kembali bahwa jika mereka tahu fungsi trotoar sebenarnya maka mereka itu tidak perlu dilarang. “Fungsi trotoar itu untuk pejalan kaki bukan disalah gunakan untuk membuka posko (stand) dan lain-lain,”katanya.
.
Sebenarnya jika HMI meminta izin saja dengan UMSU kata Andiko maka akan diberikan ruang untuk mendirikan stand rekrutmen yaitu didepan kampus tepatnya di seberang jalan. “Mereka tetap ingin didepan kampus UMSU, disamping gerbang lagi. Itu kan menyebabkan bagi kendaraan mobil atau motor keluar masuk sulit,”pungkasnya.
.
Komandan Satpam UMSU ini juga menjelaskan kabar adanya pemukulan yang terjadi pada salah satu kader HMI itu tidak benar. “Jika itu ada maka mahasiswa tersebut pasti mengalami luka-luka dibagian tubuhnya, tetapi kenyataannya tidak ada,”terangnya.
.
Lanjutnya lagi, kalau sampai kabar pemukulan tersebut dibawa ke ranah hukum maka kami siap untuk menghadapinya. “Ya setiap orang berhak membawanya ke hukum dan kita lihat saja nanti siapa yang bersalah dalam permasalahan ini,” tegas Andiko.
.
Syahrul Anwar selaku Kepala Bidang Pembinaan Anggota HMI UMSU yang waktu itu berada ditempat mengatakan bahwa pengusiran dilakukan dengan alasan menganggu pejalan kaki, tetapi kami merasa tidak mengganggu. “Kami merasa tidak menganggu pejalan kaki lainnya tapi kami dipaksa pindah trotoar kesebrang, sedangkan itu merupakan sama-sama untuk pejalan kaki,”katanya saat diwawancarai.
.
Kerusuhan semakin memanas, kata Syahrul penghancuran properti dan pemukulan terhadap mahasiswa juga dilakukan oleh Satpam UMSU. “Kasus ini akan terus berlanjut karena teman kami sudah banyak yang menjadi korban pemukulan saat itu dan kami akan bawa ini pada jalur hukum,” ungkapnya.
.
Buntut kerusuhan Sabtu kemarin, kembali berlanjut pada Senin pagi, (18/01/19) dimana pihak HMI UMSU bergabung dengan HMI Kota Medan melakukan aksi demonstrasi di depan kampus utama UMSU Jl. Kapten Muchtar Basri No. 3 Medan.
.
Putra Saptian selaku koordinator aksi mengatakan hal ini kami lakukan sebagai bentuk protes kami terhadap pengeroyokan salah satu kader HMI yang dilakukan oleh Satpam UMSU. Ia dan kawan-kawannya juga akan mengkaji kriminalisasi tersebut dan tetap mengawal isu ini.
.
“Sempat terjadi pengeroyokan, salah satu kader HMI dibawa ke pos Satpam dan terjadilah kriminalisasi. Kami akan melakukan kajian strategis untuk mengawali isu-isu persoalan kriminalisasi ini,” katanya saat diwawancarai kru Teropong ditengah aksi demonstrasi pada Senin, (18/02/19).
.
Pembakaran ban serta orasi pun dilakukan oleh para kader HMI untuk menyuarakan aspirasi mereka. Arus lalu lintas juga terpantau lamban dan terlihat sedikit mengalami kemacetan akibat aksi demonstrasi ini.
Reporter : Lutfi, Rizky, Ikhwan dan Widya
Editor : Fuad Saleh Madhy

















