Teropongonline, Medan-Toxic positivity merupakan perilaku yang mendorong seseorang untuk berusaha keras berbuat dan berfikir positif hingga menekan emosi negatif keluar.
Mengapa ini tidak bagus? Apapun yang berlebihan akan selalu berakibat buruk, begitu juga jika seseorang menjadi terlalu positif sehingga menekan habis-habisan emosi buruk yang keluar. Ini mampu menyebabkan stres berlebihan dan membuat orang tersebut tidak bisa rileks.

Ciri-ciri Seseorang dengan Toxic Positivity.
- Tidak Jujur Terhadap Perasaan Sendiri
Seseorang dengan toxic positivity cenderung sulit berdamai dengan diri sendiri. Dia akan sulit menerima saat emosi negatif tersebut keluar dari dalam dirinya. Bahkan dia akan cenderung merasa bersalah jika emosi negatif muncul meskipun secara tidak sengaja. - Sulit Mengelola Emosi
Bersikap tidak terbuka dengan diri sendiri juga akan membuat orang tersebut sulit mengelola emosinya. Sehingga secara batin dan jiwanya pun menjadi semakin tidak tenang. Sebab, emosi yang tidak terkontrol - Menghindari Masalah
Dalam hidup kita pasti akan menemui permasalahan yang serupa dan semakin sering menghindarinya hanya akan membuat kita menghadapi masalah yang jauh lebih besar. - Motivasi yang Cenderung Menghakimi
Memberikan sebuah motivasi seharusnya dapat membantu seseorang menjadi bangkit lagi dari keterpurukan, atau bahkan menemukan solusi dari masalah. Bukan justru membuat orang lain merasa terbebani. - Terkadang seseorang tanpa sadar menggunakan perbandingan supaya dirinya atau lawan bicaranya tampak lebih baik sedikit dari yang lain. Namun, kondisi ini tampaknya tidak tepat sebab akan membuat orang yang meminta pendapat menjadi tampak menyedihkan karena terlalu mudah menyerah dan tidak sepositif dia.

Dampak yang Terjadi pada Seseorang dengan Toxic Positivity
- Memicu Stres
Toxic positivity membuat seseorang cenderung memikirkan banyak hal demi menekan emosi negatif yang ada. Dia akan menjadi overthinking karena kumpulan hal-hal yang ada di kepalanya. Hal ini dapat memicu stres yang berlebihan pada orang tersebut. - Anxiety
Kecenderungan ingin terlihat selalu positif, berusaha tampil baik yang berlebihan akan membuat seseorang yang memiliki toxic positivity cenderung lebih gelisah dan was-was. - Mengalami Gangguan Kesehatan Mental
Jika seseorang dengan pikiran penuh, selalu gelisah setiap saat tentu akan sangat mudah untuk mengalami stres hingga merusak kesehatan mental. - Merasa Paling Benar
Sebagian orang yang memiliki kecenderungan toxic positivity mereka ingin dianggap menjadi sosok paling positif dalam lingkungannya. Hal ini membuat orang tersebut menutup mata terhadap kenyataan-kenyataan yang sebenarnya. Dia akan selalu mencari pembenaran bahwa apa yang dia lakukan adalah hal benar. - Sulit untuk Bersosialisasi
Memiliki sifat toxic positivity terkadang membuat orang tersebut tidak bisa jujur dengan diri sendiri bahkan orang lain. Padahal adakalanya sebuah masalah lebih baik diceritakan dengan seseorang supaya mendapatkan solusi.
Tr : Dwi Rizka Aryanti






















