Teropongdaily, Medan-Aliansi Masyarakat Medan menggelar Aksi Kamisan ke-96 di kawasan Pos Bloc Medan pada Kamis (20/11/2025).
Dalam aksi tersebut, massa mengangkat isu kriminalisasi petani, penolakan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) Anti Hak Asasi Manusia (HAM), hingga polemik pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional.
Salah satu peserta aksi dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Fatih Aris menyampaikan tiga isu utama yang mereka bawa.
āIsu yang diangkat dalam aksi kali ini adalah menghentikan kriminalisasi petani Parbuluan Enam Dairi, menolak RKUHAP Anti-HAM dan anti demokrasi, serta menolak pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan karena dinilai mendistorsi sejarah,ā ujarnya.
Fatih kemudian menjelaskan alasan mengangkat isu-isu tersebut.
āAlasan mengangkat isu pertama karena petani dan nelayan itu dikriminalisasi oleh aparatur yang bekerja sama dengan perusahaan. Lalu, isu kedua terkait RKUHAP karena pada Rabu, 19 November 2025, RKUHAP telah disahkan melalui rapat paripurna menjadi KUHAP. Kemudian, isu ketiga mengenai pengangkatan Soeharto, apa urgensinya pengangkatan tersebut,ā jelasnya.
Sementara itu, peserta aksi lainnya,Aulia Rahman, menekankan pentingnya perhatian masyarakat terhadap isu yang disuarakan.
āKami ingin menekankan bahwa siapa pun bisa terdampak. Masyarakat Dairi hari ini berjuang untuk menjaga ekosistem yang juga kita rasakan hingga ke kota. Kita juga berhak menjaga dan menyuarakan isu ekologis karena udara bersih adalah hak kita semua,ā ungkapnya.
Aulia juga mengingatkan soal ancaman terjadinya penyalahgunaan hukum di tengah situasi hukum terkini.
āKita juga harus memberi perhatian terhadap potensi ancaman atau āpermainan hukumā, karena RKUHAP justru membuat kondisi hukum semakin kacau. Ini perlu terus kita suarakan,ā pungkasnya.
Tr: Adimas Dwipangga






















