Teropongonline, Medan-Diketahui saat melansir informasi dari medanberita.id Ahmad Al-Ghazali ketua Pimpinan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK.PMII Al-Azhar) muncul sebagai Presma BEM Al-Azhar ketika berbagi paket sembako bersama Polda Sumut, hal itu dilakukan dalam rangka membantu masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Namun ketika kru LPM Teropong mengkonfirmasi Iriansyah Putra via WhatsApp yang merupakan mahasiswa aktif dan juga anggota himpunan mahasiswa Fakultas Ekonomi, Iriansyah mengatakan BEM tidak berjalan dan pemilihan tidak ada sejak tahun 2019.
“Selama saya kuliah setau saya dan saya ikuti tidak ada pencalonan apa lagi pemilihan presma di tahun 2019/2020/2021, sudah 3 tahun lamanya tidak ada. Saya selalu mengikuti perkembangan di kampus saya apa lagi saya aktif di organisasi Fakultas Ekonomi sesuai jurusan saya,” ungkap mahasiswa semester 6 itu.
Terkait informasi yang didapatkan pada satu hari sebelum memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia (16/08/21) membuat Iriansyah dan mahasiswa/I Al-Azhar kecewa dengan sikap Ahmad Al-Ghazali.

“Saya kenal betul dengan Al-Ghazali, saya tau dia ketua PK.PMII Al-azhar Medan, namun yang membuat saya kaget dari pengakuannya sebagai Presma, apa lagi dia secara terbuka mengaku Presma BEM Universitas Al-Azhar Medan yang dimuat salah satu media online di Kota Medan,” Sambung Iriansyah.
Terakhir saat ingin memutuskan pembicaraan, Iriansyah telah mencoba juga menghadap kepada WR III namun tidak digubris dan berharap hal yang telah terjadi tidak untuk kepentingan pribadi.
“Harapan saya yang bersangkutan tidak menjual nama BEM Universitas Al-Azhar sebagai alat untuk mencari keuntungan pribadinya sendiri, karena bagi saya mahasiwa adalah kaum yang berpendidikan. Pihak kampus harus memanggil bersangkutan agar diberikan sanksi secara lisan maupun tulisan. Hidup mahasiswa,” harapnya.
Tr: M. Ryzki Alhaj





















