Badan Otonom Pers Mahasiswa (BOPM) Wacana Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) Wacana Ink-Press 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan bertema ‘Membangun Jurnalisme yang Berperspektif HAM dan Peka Gender’ ini dihadiri Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Kota Medan, Non-Govermental Organization (NGO), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). organisasi pelajar, serta organisasi kemahasiswaan.
Ketua Panitia PJTD BOPM Wacana Ink-Press 2026, Iyusarah Pakpahan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa, khususnya anggota pers mahasiswa, untuk mempelajari dasar-dasar jurnalistik.
“Pelatihan ini memberikan ruang belajar bagi mahasiswa yang ingin mengenal dan mendalami dunia jurnalistik, mulai dari mencari dan mengolah informasi, wawancara, hingga menulis berita sesuai kaidah jurnalistik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema tersebut dipilih karena isu diskriminasi dan ketidaksetaraan gender masih kurang mendapat perhatian.
“Di era digital, persoalan HAM, terutama diskriminasi gender dan ketidaksetaraan, masih menjadi isu krusial di negara kita ini. Sayangnya, isu ini belum mendapat perhatian dan kepekaan yang cukup bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, persoalan HAM masih menjadi perhatian penting karena hak-hak dasar manusia seharusnya dihormati dan dipenuhi tanpa diskriminasi.
“Persoalan ini berkaitan dengan hak-hak dasar kita sebagai manusia yang seharusnya dihormati dan dipenuhi tanpa adanya diskriminasi. Sayangnya, realitas di lapangan berbeda. Bisa kita lihat dari angka-angka statistik terkait pelanggaran HAM ini,” ungkapnya.
Ia berharap pelatihan tersebut memperluas wawasan peserta, menjadi ruang bertukar gagasan, serta melahirkan jurnalis muda yang kritis dan peduli pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Harapan kami, peserta semakin peka terhadap isu HAM, khususnya gender, serta mampu berpikir kritis dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya.
Tr: Ayu r & Aura




















