Keberagaman menjadi bagian dari kehidupan akademik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Hingga tahun ini, tercatat 1.031 mahasiswa non-Muslim menempuh pendidikan di UMSU, termasuk 194 mahasiswa yang baru bergabung pada tahun akademik 2026/2027.
Data tersebut disampaikan Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. dalam sambutannya pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026. Penyampaian tersebut menjadi salah satu bagian dari paparan Rektor mengenai perkembangan UMSU di hadapan mahasiswa baru dan para tamu undangan.
Akrim menjelaskan, dari 6.027 mahasiswa baru yang diterima UMSU pada tahun ini, terdapat 194 mahasiswa non-Muslim. Jumlah tersebut menambah total mahasiswa non-Muslim yang saat ini menempuh pendidikan di lingkungan UMSU.
“Namun kami perlu sampaikan bahwa di antara mahasiswa baru ada 194 mahasiswa yang non-Muslim,” ujarnya, Senin (28/09/2026).
Dengan tambahan tersebut, jumlah mahasiswa non-Muslim di UMSU kini mencapai lebih dari seribu orang. Akrim menyampaikan angka tersebut sebagai bagian dari gambaran keberagaman mahasiswa yang ada di lingkungan kampus.
“Dan pada hari ini total mahasiswa UMSU yang non-Muslim 1.031 orang,” tuturnya.
Menurut Akrim, keberadaan mahasiswa dari latar belakang agama yang beragam menunjukkan keterbukaan UMSU dalam memberikan akses pendidikan. Ia menyebut UMSU sebagai kampus yang memberikan kesempatan belajar kepada masyarakat tanpa membatasi latar belakang agama.
“Ini membuktikan bahwa UMSU sebagai kampus yang terbuka, kampus yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama,” jelasnya.
Akrim menegaskan bahwa kesempatan tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin menempuh pendidikan di UMSU. Keberadaan mahasiswa non-Muslim menjadi salah satu bagian dari keberagaman yang turut hadir dalam kehidupan akademik kampus.
“Pada siapa saja untuk belajar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,” pungkasnya.
Tr: Intan dan Rizky



















