Teropongdaily, Medan-Iram Dzāt al-‘Imād, yang dikenal sebagai kota kaum ‘Ād dengan bangunan-bangunan tinggi dan megah, menjadi salah satu misteri dalam sejarah kuno. Kisah tentang kota ini disebutkan dalam Kitab Al-Qur’an, Surah Al-Fajr ayat 7–8.
“(Yaitu) kaum ‘Ād, (penduduk) Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain.”
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa kaum ‘Ād dikenal memiliki kekuatan fisik yang luar biasa pada masanya, bahkan digambarkan bertubuh besar dan sangat kuat.
Kaum ‘Ād dengan peradabannya, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, hidup di wilayah selatan Jazirah Arab. Namun, sebagian pendapat menyebutkan bahwa mereka hidup berpindah-pindah dan membangun kota-kota megah sebagai simbol kejayaan. Akan tetapi, kemajuan tersebut diiringi oleh kesombongan dan penolakan terhadap dakwah Nabi Hud ‘alaihis salam, yang kemudian menjadi sebab kehancuran mereka.
Pada awal 1990-an, para peneliti menemukan situs arkeologi di wilayah Shisr, Oman, yang kemudian dikenal sebagai Ubar atau Atlantis of the Sands. Penemuan ini didukung oleh citra satelit NASA, jalur perdagangan kemenyan kuno, serta ditemukannya reruntuhan benteng dan sumur tua.
Sebagian peneliti mengaitkan Ubar dengan Iram Dzāt al-‘Imād. Namun, klaim ini masih diperdebatkan karena struktur bangunannya tidak menunjukkan kemegahan luar biasa, melainkan lebih menyerupai pusat perdagangan.
Selain itu, tidak ditemukan bukti arsitektur bertiang tinggi sebagaimana yang dideskripsikan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, mayoritas arkeolog menyimpulkan bahwa Ubar kemungkinan hanya merupakan bagian dari jaringan permukiman, bukan Iram yang sesungguhnya.
Terlepas dari belum ditemukannya bukti arkeologis yang pasti, kisah Iram Dzāt al-‘Imād memiliki nilai penting. Kisah ini menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi dan peradaban tidak menjamin keselamatan moral, menegaskan keterbatasan manusia di hadapan kekuasaan Allah Ta‘ala, serta menjadi objek kajian lintas disiplin, seperti tafsir, sejarah, arkeologi, dan geografi.
Tr: Winda Saidah
Sumber: Wikipedia, HijrahApp






















