Teropongdaily, Medan-Perjalanan Agak Laen menjadi salah satu kisah menarik dalam perkembangan industri hiburan Indonesia. Berawal dari obrolan santai tanpa target besar, empat komika Boris Bokir, Bene Dion, Oki Rengga, dan Indra Jegel berhasil membawa karya mereka dari dunia podcast hingga menembus layar lebar dan ditonton jutaan orang.
Agak Laen dikenal sebagai siniar komedi populer Indonesia yang pertama kali hadir di platform Spotify. Podcast ini dibawakan oleh empat komika berdarah Batak atau Sumatera Utara dengan gaya bertutur yang jujur, spontan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Isi podcast berfokus pada pengalaman pribadi serta obrolan ringan yang kerap terasa unik dan apa adanya, dibalut dengan logat khas Sumatera Utara yang menjadi ciri kuat sekaligus daya tarik tersendiri bagi pendengar.
Kekuatan utama Agak Laen terletak pada chemistry para pembawa acaranya. Boris, Bene, Oki, dan Jegel kerap membahas topik sederhana seperti masa muda, hubungan pertemanan, hingga berbagai kejadian lucu yang pernah mereka alami. Pendekatan ini menciptakan suasana akrab dan membuat pendengar merasa dekat. Seiring meningkatnya popularitas, mereka memperluas jangkauan dengan membuat kanal YouTube bernama Agak Laen, yang semakin memperkuat basis audiens di ranah visual.
Kesuksesan di dunia podcast dan YouTube kemudian membuka jalan menuju industri perfilman. Film pertama berjudul Agak Laen yang dirilis pada 2024 mengusung genre komedi horor. Film ini mendapat sambutan luas dari masyarakat dan berhasil mencatat 9.125.188 penonton. Capaian tersebut menempatkan film ini sebagai salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa dan menunjukkan besarnya minat publik terhadap karya yang berangkat dari kreator digital.
Keberhasilan tersebut berlanjut pada film kedua berjudul Agak Laen: Menyala Pantiku. Meski menggunakan nama yang sama, film ini bukan merupakan sekuel dan tidak memiliki kesinambungan cerita dengan film pertama. Film ini hadir dengan genre drama komedi dan mengangkat cerita yang berbeda. Dalam 35 hari penayangan, film tersebut berhasil meraih sekitar 10 juta penonton, melampaui capaian film sebelumnya dan menempati posisi film terlaris di Indonesia.
Sutradara Muhadkly Acho menyampaikan bahwa pencapaian tersebut berada di luar perhitungannya. Ia menilai tingginya respons penonton menunjukkan kepercayaan publik terhadap karya yang disajikan secara jujur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Saya sempat berpikir angka penonton film pertama akan sulit dilampaui. Ternyata respons masyarakat luar biasa dan benar-benar di luar perhitungan,” ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA News.
Produser Ernest Prakasa juga mengapresiasi antusiasme penonton Indonesia. Menurutnya, perbedaan genre dan cerita tidak mengurangi minat publik terhadap film Agak Laen.
Keberhasilan Agak Laen menegaskan bahwa kreativitas yang lahir dari ruang sederhana seperti podcast dapat berkembang menjadi karya berskala nasional. Dengan identitas yang kuat dan konsistensi dalam berkarya, Boris, Bene, Oki, dan Jegel menunjukkan bahwa media digital dapat menjadi pintu masuk penting bagi perkembangan industri kreatif Indonesia.
Tr: Muhammad Firzatullah
Sumber Foto: @bene_dion






















