Hallo Sobat Pong-Pong!
Dalam perjalanan sebuah organisasi, konflik adalah hal yang nyaris tak bisa dihindari. Perbedaan pendapat, sudut pandang, hingga kepentingan pribadi sering kali menjadi pemicu munculnya ketegangan antar anggota. Meski terdengar negatif, konflik sebenarnya adalah bagian alami dari dinamika kelompok yang sehat.
Namun, yang perlu digarisbawahi adalah cara kita merespons dan menangani konflik tersebut. Jika dibiarkan berlarut-larut, konflik bisa merusak hubungan kerja, menurunkan semangat tim, bahkan menghambat pencapaian tujuan bersama. Sebaliknya, jika dikelola dengan tepat, konflik justru bisa menjadi momen penting untuk tumbuh bersama, memperkuat komunikasi, dan menyusun strategi yang lebih matang ke depannya.
Ketua umum pengurus provinsi (pp) Forum Genre Indonesia (fgi) Sumatera Utara (sumut), Alvi Syahrin mengatakan, konflik dalam organisasi terjadi karena adanya perbedaan persepsi terhadap satu tujuan yang sama.
“Konflik dalam organisasi itu ketika ada beberapa pihak itu tidak punya satu tujuan yang sama dan mereka memiliki persepsi yang berbeda terhadap tujuan tersebut,” ujarnya.
Dalam mengatasi konflik, ia melakukan tindakan dengan cara mengambil jalan tengah yang terbaik dari konflik yang terjadi.
“Cara aku sebagai ketua yaitu mengambil jalan tengah yang terbaik dari konflik yang terjadi,” pungkasnya.
Yuk, kenali lebih dalam lewat infografis berikut ini cara mengatasi konflik dalam organisasi.



Tr: Raihan Aqila






















