Halo Sobat Pong Pong! Tahukah Kamu?
Taksonomi Bloom adalah suatu kerangka kerja yang digunakan untuk mengklasifikasikan tujuan pembelajaran. Istilah ini dikenalkan oleh Benjamin Bloom dan rekan-rekannya pada tahun 1956.

Pada tahun 2001, Taksonomi ini diperbarui oleh Anderson dan Krathwohl menjadi lebih dinamis, mengganti beberapa istilah dan menambahkan dimensi proses kognitif. Hal ini membuatnya lebih relevan untuk pembelajaran abad ke-21.
Taksonomi ini membagi tujuan pendidikan menjadi enam tingkat kognitif. Kognitif merujuk pada proses mental yang terkait dengan pemikiran, belajar, memahami dan memecahkan masalah.
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Semester III, Salsa Auliya memberikan pendapatnya tentang Taksonomi Bloom, di mana menurutnya sebagai mahasiswa akan menggunakan hal tersebut.
“Menurut saya tentang Taksonomi Bloom ini benar adanya, dimana kita sebagai mahasiswa pastinya akan menggunakan hal ini. Taksonomi Bloom ini berguna, misalnya saat kita mengerjakan skripsi, tanpa disadari kita menggunakan enam tingkatan dari Taksonomi Bloom, dimulai dari bagaimana kita menghafalkan sesuatu, kemudian kita pahami sampai akhirnya kita menciptakan suatu hal baru dari apa yang sudah ada,ā katanya.
Berikut enam tingkat kognitif taksonomi bloom yang berurutan, yaitu:
Tr: Dedek Febrianto
Editor:Ā Feby






















